RADAR SURABAYA – Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Aminuddin Ma’ruf, meninjau langsung kesiapan Stasiun Surabaya Gubeng menjelang puncak arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kelancaran layanan transportasi kereta api serta efektivitas program stimulus diskon tarif dari pemerintah.
Libur Nataru yang berlangsung pada 22 Desember hingga 10 Januari mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto.
Presiden menginstruksikan seluruh BUMN sektor transportasi untuk memberikan stimulus berupa potongan harga guna meringankan beban masyarakat yang melakukan perjalanan.
Salah satu kebijakan tersebut adalah pemberian diskon tarif sebesar 30 persen untuk tiket kereta api kelas ekonomi selama periode Nataru.
Aminuddin Ma’ruf mengungkapkan, secara nasional kuota tiket stimulus yang disediakan mencapai 1,5 juta tiket. Hingga saat ini, sekitar 61 persen atau sekitar 915 ribu tiket telah terjual.
“Masih tersedia kuota tiket yang cukup besar dan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Aminuddin saat ditemui di Stasiun Surabaya Gubeng, Selasa (23/12).
Ia menambahkan, peninjauan lapangan dilakukan untuk memastikan program stimulus berjalan sesuai arahan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, pihak BP BUMN juga menyapa langsung para penumpang dan menerima apresiasi positif.
“Penumpang menyampaikan bahwa diskon tarif ini sangat membantu dan mengurangi beban biaya perjalanan mereka,” katanya.
Menurut Aminuddin, capaian penjualan tiket tersebut terbilang tinggi karena diraih hanya dalam waktu dua hari.
Ia optimistis target penjualan akan tercapai karena masih tersedia waktu sekitar dua pekan bagi masyarakat untuk memanfaatkan diskon tiket kereta api selama masa libur Nataru.
Lebih lanjut, Aminuddin memprediksi selama periode Nataru akan terjadi pergerakan masyarakat sekitar 120 juta orang di seluruh Indonesia.
Dari jumlah tersebut, hampir 80 persen diperkirakan menggunakan moda transportasi darat, termasuk kereta api.
Ia menegaskan, kesiapan menghadapi lonjakan penumpang telah dilakukan secara maksimal, baik dari sisi fasilitas stasiun, kesiapan armada, maupun pelayanan di dalam kereta.
“Masyarakat sudah terlayani dengan baik. Ini merupakan komitmen BUMN untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik dari waktu ke waktu,” pungkasnya.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan