RADAR SURABAYA - Persebata Lembata meraih kemenangan penting atas Persiba Bantul dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga Nusantara Grup D di Lapangan Thor Surabaya, Selasa (23/12) malam. Hasil ini membawa tim berjuluk Laskar Sembur Paus asal Nusa Tenggara Timur tersebut naik satu tingkat ke posisi ketiga klasemen sementara, di bawah Persekabpas Pasuruandan Perseden Denpasar.
Sejak awal laga, Persebata mampu memberikan perlawanan sengit kepada Persiba Bantul. Kedua tim bermain terbuka dan saling jual beli serangan sepanjang babak pertama.
Persiba Bantul sempat unggul lebih dulu lewat gol cepat pada menit ke-10. Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan enam menit setelah Baghi sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-16.
Permainan Persebata di lini tengah terlihat lebih hidup dengan kehadiran Juang dan Fransisko. Keduanya memberi dampak signifikan terhadap alur permainan. Fransisko beberapa kali melepaskan umpan-umpan kunci yang memanjakan lini depan, sementara Juang tampil solid sebagai pemutus aliran serangan Persiba Bantul. Mengisi posisi Ilham sebagai gelandang bertahan, Juang mampu menjalankan perannya dengan cukup baik.
Setelah gol penyama kedudukan, intensitas pertandingan semakin meningkat. Tempo permainan berlangsung tinggi hingga akhir babak pertama. Meski secara statistik Persiba Bantul lebih banyak menguasai bola, umpan-umpan akhir mereka kerap tidak efektif.
Di sisi lain, Persebata mengandalkan skema serangan satu-dua sentuhan melalui Toi dan Baghi. Pola tersebut cukup merepotkan pertahanan lawan, meski beberapa peluang masih belum dimaksimalkan akibat keputusan akhir yang kurang tepat.
Gol penentu kemenangan Persebata tercipta di akhir laga melalui Ronald Sambi. Gol tersebut memastikan kemenangan 2-1 bagi Persebata sekaligus mengamankan tiga poin krusial di persaingan Grup D.
Secara keseluruhan, Persebata tampil cukup baik, terutama pada babak pertama dengan determinasi dan organisasi permainan yang rapi. Diharapkan pada babak kedua dan laga-laga berikutnya, mereka mampu lebih mengantisipasi duel-duel udara, mengingat Persiba Bantul kerap memanfaatkan skema serangan tersebut. (*)
Editor : Lambertus Hurek