Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mahasiswi Indonesia di China Tembus Jurnal Medis Dunia, Marcella Sugianto Masuk Jajaran Peneliti Elite S-2

Lambertus Hurek • Senin, 22 Desember 2025 | 17:29 WIB
Marcella Sugianto bersama keluarga saat menghadiri wisuda S1 kedokteran di Shanxi Medical University, China. (IST)
Marcella Sugianto bersama keluarga saat menghadiri wisuda S1 kedokteran di Shanxi Medical University, China. (IST)

 

RADAR SURABAYA – Prestasi akademik mahasiswa Indonesia di luar negeri kembali mencuri perhatian. Marcella Sugianto, mahasiswi program Magister (S-2) spesialis rehabilitasi di Zhejiang Chinese Medical University (ZCMU), China, sukses mempublikasikan riset ilmiahnya di jurnal internasional bereputasi Springer Open.

Pencapaian tersebut terbilang istimewa. Marcella tercatat sebagai penulis pertama dalam jurnal Springer Open Bulletin of Faculty of Physical Therapy. Dalam dunia akademik, capaian ini sangat langka bagi mahasiswa magister. Secara global, hanya sekitar 5–10 persen mahasiswa S-2 yang mampu menembus jurnal dengan standar ilmiah setinggi itu sebelum lulus.

Riset yang dihasilkan Marcella berjudul Eye Tracking-Based Dual Task in Rehabilitation of Motor and Cognitive Function in Post-Stroke Patients. Penelitian tersebut mengkaji pemanfaatan teknologi eye-tracking untuk rehabilitasi pasien pasca-stroke, dengan mengombinasikan stimulasi motorik dan kognitif secara simultan. Pendekatan ini dinilai membuka peluang baru dalam percepatan pemulihan pasien stroke, sekaligus menjadi perhatian komunitas medis internasional.

Selain riset eye tracking yang telah dipublikasikan di Springer Open tersebut, Marcella mengungkapkan bahwa fokus riset utamanya saat ini di lingkungan rumah sakit adalah pada Gait Analysis serta pengembangan integrasi Brain Computer Interface (BCI). Bidang ini diarahkan untuk memperkuat akurasi evaluasi gerak pasien serta mendukung rehabilitasi neurologis berbasis teknologi mutakhir.

Menurut Marcella, riset yang digelutinya lahir dari keinginannya agar teknologi kesehatan modern dapat diadaptasi lebih luas, termasuk di Indonesia. “Saya ingin membuktikan bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di level tertinggi riset global,” ujarnya.

Marcella saat ini menempuh pendidikan S-2 dengan beasiswa penuh selama tiga tahun di Zhejiang Chinese Medical University. Kampus tersebut dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan dan riset kedokteran tradisional serta rehabilitasi terkemuka di China.

Keberhasilannya juga tidak lepas dari dukungan lingkungan akademik ZCMU serta peran Yayasan Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITCC) yang aktif mendampingi mahasiswa Indonesia menempuh studi di luar negeri.

Putri dari tokoh pendidikan Jawa Timur, Andre So, ini menyebut pencapaian tersebut sebagai bagian dari visi jangka panjangnya di bidang rehabilitasi saraf. Artikel ilmiahnya telah melewati proses peer-review ketat oleh para pakar dunia. Karena bersifat open access, riset tersebut dapat diakses dan dikutip secara bebas oleh peneliti dari berbagai negara, mulai Amerika hingga Eropa.

Ke depan, Marcella tengah mempersiapkan langkah akademik berikutnya dengan rencana melanjutkan studi doktoral (S-3) di New Zeland - Selandia Baru. Ia ingin memperdalam pengembangan teknologi rehabilitasi neurologis berbasis eye-tracking, gait analysis, dan BCI, dengan harapan kelak dapat berkontribusi langsung bagi peningkatan layanan kesehatan dan rehabilitasi di Indonesia. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#ITCC Indonesia Tionghoa Culture Centre #Marcella Sugianto #Andre So SIIBT #andre so #zhejiang chinese medical university