RADAR SURABAYA – Persebaya Surabaya menunjukkan mental pantang menyerah saat menahan imbang Borneo FC Samarinda 2-2 dalam laga pekan ke-15 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Sabtu (20/12).
Gol penyeimbang Malik Risaldi pada menit ke-89 memastikan Bajul Ijo terhindar dari kekalahan di hadapan pendukungnya sendiri.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya tampil agresif dengan menekan pertahanan tim tamu. Dukungan penuh ribuan Bonek membuat tuan rumah langsung mengambil inisiatif serangan.
Peluang emas pertama didapat lewat Gali Freitas, namun sepakan pemain asing tersebut masih mampu dimentahkan kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata.
Borneo FC Unggul Lebih Dulu
Di tengah dominasi Persebaya, Borneo FC justru berhasil mencuri gol pada menit ke-22. Juan Villa mencatatkan namanya di papan skor melalui tendangan voli kaki kiri setelah menerima umpan silang matang dari Caxambu.
Gol tersebut membuat Ernando Ari tak berkutik dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk Pesut Etam.
Gol itu sempat membuat tempo permainan Persebaya menurun. Namun, respons cepat ditunjukkan tim asuhan pelatih Persebaya dengan langsung meningkatkan intensitas serangan.
Blunder Berbuah Gol
Hanya berselang dua menit, Persebaya berhasil menyamakan kedudukan. Kesalahan fatal dilakukan bek Borneo FC, Christophe Nduwarugira, yang terlalu lama menguasai bola di area pertahanan sendiri. Diego Mauricio mencoba merebut bola sebelum akhirnya jatuh ke kaki Gali Freitas.
Tembakan pertama Gali masih mampu diblok Nadeo, tetapi bola rebound kembali dikuasai Gali dan diselesaikan dengan tenang menjadi gol. Skor kembali imbang 1-1 pada menit ke-24.
Persebaya semakin percaya diri usai gol tersebut. Beberapa peluang diciptakan melalui skema bola mati dan tembakan jarak jauh, tetapi belum ada yang mampu mengubah skor. Hingga babak pertama usai, kedua tim masih bermain imbang 1-1.
Babak Kedua Berjalan Ketat
Memasuki paruh kedua, Borneo FC tampil lebih disiplin dan berani keluar menyerang. Juan Villa kembali mengancam melalui tembakan jarak jauh, namun Ernando Ari tampil sigap menepis bola dan hanya menghasilkan sepak pojok.
Persebaya juga mencoba menekan melalui kombinasi lini tengah yang dikomandoi Milos Raickovic dan Toni Firmansyah, tetapi rapatnya lini pertahanan Borneo FC membuat peluang bersih sulit tercipta.
Gol Bunuh Diri yang Mengubah Situasi
Pada menit ke-70, Borneo FC kembali unggul melalui situasi yang tidak diharapkan Persebaya. Umpan silang Mariano Peralta dari sisi kanan gagal diantisipasi dengan baik oleh Leo Lelis, sehingga bola justru masuk ke gawang sendiri. Skor berubah menjadi 2-1 untuk tim tamu.
Gol tersebut membuat tekanan meningkat di kubu Persebaya. Borneo FC memilih bermain lebih bertahan sambil mengandalkan serangan balik cepat untuk mengamankan keunggulan.
Malik Risaldi Jadi Penyelamat
Saat laga memasuki menit-menit akhir dan Persebaya terlihat frustrasi, momen dramatis akhirnya tercipta.
Pada menit ke-89, Persebaya mendapatkan tendangan bebas dari sisi kiri yang dieksekusi Dejan Tumbas.
Bola yang mengarah ke kotak penalti gagal dibuang sempurna oleh barisan belakang Borneo FC.
Dalam situasi kemelut, Malik Risaldi muncul sebagai pahlawan dengan melepaskan tembakan kaki kanan yang tak mampu dibendung Nadeo. Stadion Gelora Bung Tomo pun bergemuruh menyambut gol penyeimbang tersebut.
Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 2-2 tetap bertahan. Hasil ini membuat Persebaya dan Borneo FC harus puas berbagi satu poin.(sam)