Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pendakian Gunung Rinjani Bakal Ditutup hingga April 2026, Ini Alasannya

Nurista Purnamasari • Minggu, 21 Desember 2025 | 06:13 WIB
Jalur pendakian Gunung Rinjani akan ditutup mulai 31 Desember 2025 hingga April 2026.
Jalur pendakian Gunung Rinjani akan ditutup mulai 31 Desember 2025 hingga April 2026.

RADAR SURABAYA - Di tahun ini Gunung Rinjani memang banyak diperbincangkan masyarakat. Mulai dari kasus meninggalnya pendaki asal Brazil hingga video viral pendaki yang berjoget-joget.

Bagi para pendaki, Gunung Rinjani memang menjadi salah satu tujuan favorit, namun aktivitas pendakian di Gunung Rinjani akan ditutup total mulai 31 Desember 2025 hingga awal April 2026.

Penutupan ini dilakukan oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sebagai langkah pemulihan ekosistem setelah sembilan bulan dibuka untuk pendakian.

Kepala Seksi Wilayah II TNGR, Ma’ruf Hadi, menyebutkan penutupan sementara ini penting untuk menjaga kelestarian alam sekaligus keselamatan pendaki.

“Rinjani butuh istirahat juga. Insyaallah akan dibuka kembali di awal April setelah masa pemulihan,” ujar Ma’ruf, Sabtu (20/12).

Hingga 31 Desember, pendakian masih dibuka bagi pengunjung yang sudah melakukan pemesanan melalui trekking organizer maupun secara mandiri. Setelah itu, seluruh jalur resmi akan ditutup.

Selama masa penutupan, Balai TNGR akan memperbaiki jalur pendakian yang rusak akibat hujan, termasuk titik longsor di jalur Naga.

“Kami sudah menutup jalur yang berbahaya dan membuka jalur alternatif. Perbaikan ini menjadi prioritas agar pendaki lebih aman,” jelas Ma’ruf.

Wisata Non-Pendakian Tetap Dibuka

Meski jalur pendakian ditutup, sejumlah destinasi wisata non-pendakian di kawasan TNGR tetap dibuka, seperti Savana Propok, Bukit Gedong, dan Top Kondo di wilayah Sembalun.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardiaristo, menyebut lokasi tersebut bisa menjadi alternatif bagi wisatawan.

“Ada bukit-bukit di sekitar Sembalun, seperti Bukit Gedong dan Savana Propok. Itu bisa jadi pilihan bagi pengunjung yang rindu suasana Rinjani,” ujarnya.

Penutupan jalur pendakian Gunung Rinjani mulai 31 Desember 2025 hingga April 2026 menjadi langkah strategis untuk menjaga kelestarian ekosistem dan keselamatan pendaki.

“Biarkan Rinjani istirahat dulu, memulihkan diri, agar saat dibuka kembali pendaki bisa lebih nyaman,” pungkas Astekita. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#TNGR #jalur pendakian #Ekosistem #gunung rinjani #ntb