RADAR SURABAYA - Persebata Lembata NTT harus mengakui keunggulan Perseden Denpasar dengan skor 1-2 dalam lanjutan Liga Nusantara Grup D yang digelar di Lapangan Pasiran, Surabaya, Jumat 19 Desember 2025. Laga berlangsung seru dengan tempo tinggi, namun efektivitas Perseden menjadi pembeda dalam pertandingan ini.
Sebagai tim debutan, Persebata sebenarnya mampu memberikan perlawanan berarti. Sejumlah peluang sempat diciptakan, namun gagal dikonversi menjadi gol tambahan. Pada babak pertama, Persebata tertinggal satu gol setelah gawang Bryan kebobolan pada menit ke-35.
Gol tersebut berawal dari skema tendangan pojok Perseden yang tidak mampu diantisipasi dengan sempurna dan berujung bola masuk ke gawang sendiri.
Sepanjang 15 menit awal pertandingan, Persebata berada di bawah tekanan Perseden Denpasar yang mengandalkan umpan-umpan pendek cepat, diselingi umpan panjang ke sisi sayap. Beruntung barisan pertahanan Persebata masih cukup kokoh dan mampu mematahkan sejumlah crossing berbahaya.
Tertinggal satu gol, pelatih kepala Persebata mencoba merespons dengan memasukkan Zidane dan Yohanes Toi. Namun hingga turun minum, skor 0-1 untuk keunggulan Perseden tetap bertahan.
Memasuki babak kedua, Perseden Denpasar tetap konsisten dengan permainan satu-dua sentuhan cepat dalam membangun serangan. Kombinasi pressing ketat dan transisi cepat beberapa kali merepotkan lini belakang Persebata. Kecepatan sayap kanan Perseden juga kerap memaksa bek Persebata, Kristo, bekerja ekstra dalam menghalau serangan.
Tekanan Perseden akhirnya kembali membuahkan hasil. Sebuah pressing cepat membuat umpan kapten Persebata berhasil dicuri pemain Perseden yang langsung melakukan serangan balik. Sepakan datar ke sisi kanan gawang tak mampu dihalau Bryan, membuat Perseden unggul 2-0.
Persebata tidak menyerah. Usaha memperkecil ketertinggalan membuahkan hasil melalui skema bola mati. Tendangan bebas Ilham sempat dihalau, namun bola berhasil dikuasai Gesang yang melakukan penetrasi ke kotak penalti sebelum dijatuhkan pemain Perseden. Wasit menunjuk titik putih. Eksekusi penalti dilakukan oleh Yohanes Bagi yang sukses mengecoh penjaga gawang Perseden. Skor berubah menjadi 1-2.
Di sisa waktu pertandingan, Persebata terus melancarkan serangan, namun rapatnya pertahanan Perseden membuat setiap upaya selalu kandas. Petaka kembali datang bagi Persebata pada masa injury time. Gelandang bertahan energik Ilham harus mengakhiri pertandingan lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua. Dengan kartu merah ini, Ilham dipastikan absen pada laga berikutnya, sebuah kerugian besar bagi Persebata mengingat perannya yang vital di lini tengah.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor tidak berubah. Perseden Denpasar mengamankan kemenangan 2-1 atas Persebata Lembata.
Pada laga ini, Persebata juga menurunkan wajah baru dalam starting eleven, yakni Fransisko Emanuel Muda Kota. Gelandang serang kelahiran Nagekeo berusia 23 tahun tersebut sebelumnya menimba ilmu di SSB Metro Depok dan sempat memperkuat Persikabo 1973 pada periode 2023–2024. (*)
Editor : Lambertus Hurek