Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Prasetya Media Summit 2025 Perkuat Kolaborasi Pentahelix untuk Ekosistem Media Berkelanjutan di Jawa Timur

Vega Dwi Arista • Kamis, 18 Desember 2025 | 21:52 WIB
Perlu penguatan ekosistem media berkelanjutan di Jawa Timur melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, media, akademisi, dunia usaha, serta komunitas komunikasi publik.
Perlu penguatan ekosistem media berkelanjutan di Jawa Timur melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, media, akademisi, dunia usaha, serta komunitas komunikasi publik.

RADAR SURABAYA — Prasetya Media Summit (PMS) 2025 menjadi momentum penting penguatan ekosistem media berkelanjutan di Jawa Timur melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, media, akademisi, dunia usaha, serta komunitas komunikasi publik.

Forum yang digelar pada 16–17 Desember 2025 di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, ini diikuti ratusan peserta dari berbagai latar belakang.

Kehadiran lintas sektor tersebut menegaskan bahwa penguatan ekosistem media tidak bisa berjalan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja kolektif dan kesetaraan peran.

Mengusung tema “Menguatkan Ekosistem Media Berkelanjutan untuk Jawa Timur Tangguh Terus Bertumbuh”, PMS 2025 tidak diarahkan sebagai agenda seremonial semata.

Forum ini dirancang sebagai ruang kolaborasi strategis untuk membangun kesadaran bersama bahwa kualitas ekosistem media berbanding lurus dengan ketangguhan daerah dan kepercayaan publik.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Pulung Chausar, menegaskan bahwa penguatan ekosistem media berkelanjutan merupakan bagian tak terpisahkan dari strategi komunikasi publik pemerintah daerah.

Menurut Pulung, di tengah disrupsi teknologi dan perubahan cepat lanskap informasi, media yang adaptif sekaligus berintegritas menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Media juga berperan strategis dalam menopang pembangunan daerah dan mendorong pertumbuhan Jawa Timur.

“Penguatan ekosistem media bukan hanya soal keberlangsungan industri media, tetapi juga menjaga kualitas informasi publik agar tetap sehat, akurat, dan membangun,” ujar Pulung.

Ia menambahkan bahwa media perlu diposisikan sebagai mitra strategis pembangunan daerah, bukan sekadar saluran penyampai informasi kebijakan.

Pulung juga menekankan bahwa kampanye penguatan ekosistem media tidak dapat dibebankan kepada media semata.

Menurutnya, kolaborasi pentahelix menjadi kunci agar ekosistem media tetap tangguh dan berkelanjutan.

“Diperlukan sinergi antara pemerintah, media, akademisi, dunia usaha, dan komunitas komunikasi.

Semua unsur harus saling menguatkan agar ekosistem media di Jawa Timur mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, H.Lutfil Hakim, menilai Prasetya Media Summit sebagai forum strategis untuk menyamakan visi di tengah tantangan besar yang dihadapi industri media saat ini.

Ia menyebut keberlanjutan media hanya dapat dicapai jika ekosistemnya sehat, kolaboratif, dan saling menopang.

“Media yang kuat lahir dari ekosistem yang sehat. Tanpa kolaborasi, media akan mudah terjebak pada tekanan ekonomi dan arus informasi instan yang kerap mengorbankan kualitas jurnalistik,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jawa Pos TV dan Jawa Pos Radar Group, Marsudi Nurwahid, menekankan pentingnya adaptasi media di era digital tanpa kehilangan jati diri jurnalistik.

Menurut Marsudi, transformasi digital harus dibarengi dengan penguatan nilai, etika, dan kepercayaan publik.

“Media harus berani beradaptasi dengan teknologi, tetapi tidak boleh meninggalkan substansi. Kecepatan memang penting, namun akurasi dan keberpihakan pada kepentingan publik jauh lebih utama,” katanya.

Ia menilai kolaborasi antara media, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penentu agar media tetap relevan dan berkelanjutan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Pemimpin Redaksi Beritajatim.com, Dwi Eko Lokonoto, menyoroti tantangan media digital yang kini sangat dipengaruhi algoritma dan perubahan pola konsumsi audiens.

Menurutnya, teknologi hanyalah alat, sementara kepercayaan publik tetap menjadi modal utama keberlanjutan media.

“Keberlanjutan media tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi oleh kredibilitas. Media harus konsisten menjaga integritas dan keberpihakan pada kepentingan publik,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Pemimpin Redaksi Radio Elshinta, Haryo Ristamaji, yang menekankan peran media arus utama sebagai penjernih informasi di tengah banjir konten digital dan maraknya disinformasi.

“Publik membutuhkan media yang mampu menyajikan informasi berimbang dan dapat dipercaya. Tantangan media saat ini adalah tetap relevan tanpa kehilangan nilai jurnalistik,” katanya.

Narasumber lainnya, Fardilla Astari, yang membawakan materi strategi dan taktik komunikasi, menegaskan bahwa komunikasi publik harus dibangun secara adaptif dan berorientasi pada dampak jangka panjang.

“Konten yang baik bukan hanya soal viral, tetapi tentang membangun kepercayaan dan hubungan berkelanjutan dengan publik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan (Kabag MKP) Biro Adpim Setda Provinsi Jawa Timur, Zainal Muttaqin, menyampaikan bahwa Prasetya Media Summit dirancang sebagai ruang belajar bersama bagi seluruh pemangku kepentingan pentahelix.

“Forum ini tidak hanya menjadi tempat berbagi gagasan, tetapi juga untuk meningkatkan kapasitas teknis, memperkuat jejaring, serta merumuskan rekomendasi strategis bagi penguatan komunikasi publik di Jawa Timur,” jelasnya.

Rangkaian PMS 2025 diisi dengan seminar, diskusi panel, serta breakout class yang membahas penulisan berita humanis dan berbasis data, strategi konten media sosial

pemerintah yang membangun kepercayaan publik, hingga pengukuran dampak komunikasi publik menggunakan AMEC Framework.

Seluruh agenda tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan sinergi pentahelix dalam menghadapi tantangan ekosistem media di era digital.

Melalui Prasetya Media Summit 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga ekosistem media yang sehat, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Kampanye bersama ini diharapkan mampu menempatkan media sebagai kekuatan strategis dalam menjaga ketangguhan sekaligus mendorong pertumbuhan Jawa Timur di tengah dinamika perubahan global.

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Ekosistem media #Jawa Timur #komunitas komunikasi publik #pentahelix #Prasetya Media Summit 2025