RADAR SURABAYA - Pemerintah menegaskan komitmennya dalam penanganan bencana di Sumatera dengan menyiapkan bantuan Rp 3 juta bagi setiap kepala keluarga korban bencana untuk melengkapi isi rumah.
Bantuan ini diberikan setelah mereka menempati hunian tetap (huntap) maupun hunian sementara (huntara).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan hal tersebut usai rapat koordinasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta Pusat, Rabu (17/12).
“Bantuan untuk melengkapi isi rumah seperti alat-alat dapur, kursi, meja, dan lain sebagainya sebesar Rp 3 juta,” kata laki-laki yang akrab disapa Gus Ipul ini.
Gus Ipul menambahkan, nominal bantuan masih mengacu pada indeks 2020 dan menunggu arahan Menko PMK jika ada penyesuaian.
Ia juga menegaskan bahwa penyediaan huntap akan dilakukan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang dipimpin Maruarar Sirait, sementara huntara didukung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Setelah mereka masuk ke huntara atau huntap, kita akan memberikan dukungan Rp 3 juta untuk mengisi hal-hal yang dibutuhkan di rumah,” ujarnya.
Maruarar Sirait atau Ara menyebutkan sebanyak 2.603 huntap akan segera dibangun untuk korban bencana di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara mulai Desember ini.
“Kita mulai bulan ini untuk membangun hunian tetap bagi saudara-saudara kita yang terkena bencana,” kata Ara.
Menariknya, pembangunan rumah ini tidak menggunakan anggaran APBN. Sebanyak 2.500 unit berasal dari Yayasan Buddha Tzu Chi, sementara 103 unit lainnya merupakan bantuan pribadi dari Ara.
“Uangnya non-APBN. Dari Yayasan Buddha Tzu Chi 2.500 rumah, dari saya pribadi 103 rumah,” jelasnya.
Sebelumnya, Ara melaporkan sebanyak 112.551 rumah rusak dan hanyut akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pemerintah juga menyiapkan Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) sebagai alternatif huntap, dengan stok 470 unit di Medan dan 140 unit di Bandung. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari