Jakarta – Momentum peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) dimaknai Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi sebagai penguatan kembali peran koperasi dalam pemenuhan hak-hak dasar masyarakat. Melalui penyaluran pembiayaan dana bergulir kepada koperasi di berbagai daerah, LPDB menegaskan kontribusinya dalam mendorong ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkeadilan.
Sebagai lembaga pemerintah yang diberi mandat memperkuat sektor koperasi nasional, LPDB menilai bahwa koperasi tidak semata berfungsi sebagai instrumen ekonomi. Lebih dari itu, koperasi merupakan manifestasi nilai hak asasi manusia, terutama hak berserikat dan berkumpul dalam wadah usaha yang demokratis, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.
Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menegaskan, koperasi membuka ruang partisipasi luas bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup secara kolektif. Menurutnya, pemenuhan HAM tidak hanya berhenti pada aspek perlindungan, tetapi juga mencakup pemberdayaan ekonomi.
“Hak Asasi Manusia bukan hanya soal perlindungan, tetapi juga tentang pemberdayaan. Koperasi memiliki peran strategis sebagai instrumen demokrasi ekonomi yang mampu memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh penghidupan yang layak,” ujar Ferry Juliantono, Rabu (17/12).
Ia juga mengapresiasi konsistensi LPDB Koperasi dalam menyalurkan pembiayaan dana bergulir sebagai fondasi penguatan koperasi di berbagai wilayah. Pembiayaan tersebut dinilai berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat, menciptakan lapangan kerja, serta menekan angka kemiskinan.
“Pada momentum Hari HAM ini, pemerintah kembali menegaskan bahwa penguatan koperasi adalah bagian dari penguatan hak-hak dasar masyarakat, sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ekonomi yang berpihak pada rakyat,” tambahnya.
Direktur LPDB Koperasi Krisdianto menyampaikan, peringatan Hari HAM menjadi pengingat atas mandat kelembagaan LPDB sejak awal pembentukannya, yakni mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat melalui penguatan koperasi.
“Sejak dibentuk, LPDB Koperasi memiliki mandat untuk menyokong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberian pembiayaan kepada koperasi,” ujarnya.
Dalam perspektif HAM, Krisdianto menilai pembiayaan dana bergulir memiliki keterkaitan langsung dengan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat. Koperasi yang tumbuh sehat akan memberikan dampak nyata, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan penghidupan yang layak, akses pendidikan, hingga partisipasi aktif anggota dalam kegiatan ekonomi.
“Dengan menjunjung nilai-nilai hak asasi manusia, koperasi tidak hanya meningkatkan kesejahteraan anggotanya, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat di sekitarnya,” pungkas Krisdianto.
Editor : M Firman Syah