Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gubernur Jatim Khofifah Sebut Transformasi Transmigrasi 5T Jadi Strategi Pemerataan Pembangunan

Mus Purmadani • Rabu, 17 Desember 2025 | 21:06 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas transmigran asal Jawa Timur. (IST)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas transmigran asal Jawa Timur. (IST)


RADAR SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan transformasi transmigrasi berbasis 5T menjadi strategi penting pemerataan pembangunan nasional melalui penguatan sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, serta kolaborasi lintas sektor.

“Transformasi ini memberikan harapan baru bahwa transmigrasi tidak hanya soal perpindahan penduduk, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia, ekonomi, dan sosial yang berkelanjutan,” ujar Khofifah di Surabaya, Rabu (17/12).

Khofifah menjelaskan konsep 5T merupakan pendekatan baru transmigrasi yang digagas Kementerian Transmigrasi agar program tersebut lebih adaptif terhadap tantangan pembangunan saat ini. Lima pendekatan itu meliputi Trans Tuntas, Translok atau Transmigrasi Lokal, Trans Karya Nusantara (TKN), Trans Patriot, dan Trans Gotong Royong.

Menurut Khofifah, Trans Tuntas menekankan penyelesaian kawasan transmigrasi secara menyeluruh, mulai dari penyediaan infrastruktur dasar, akses layanan publik, hingga terwujudnya kemandirian ekonomi warga.

Sementara Translok atau Transmigrasi Lokal difokuskan pada pemberdayaan masyarakat setempat sebagai subjek utama pembangunan kawasan transmigrasi.

Adapun Trans Karya Nusantara diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja bagi penduduk pendatang di wilayah penempatan. Skema ini mendorong transmigrasi tidak semata berbasis pertanian, tetapi juga sektor-sektor produktif lain sesuai potensi daerah.

Selanjutnya, Trans Patriot menitikberatkan pada penguatan sumber daya manusia unggul melalui program pendidikan, beasiswa, serta penyiapan pendamping transmigran di kawasan transmigrasi.

Sementara Trans Gotong Royong menekankan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, serta sektor swasta dalam membangun dan merevitalisasi kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.

“Transformasi transmigrasi melalui pola 5T ini sangat ideal karena satu sama lain saling melengkapi. Program transmigrasi hingga saat ini masih sangat relevan sebagai salah satu pendekatan strategis untuk mencapai kesejahteraan masyarakat,” kata Khofifah.

Ia menambahkan, dari sisi daerah asal seperti Jawa Timur, transmigrasi berkontribusi menekan tekanan demografis, pengangguran, dan kemiskinan. Di sisi lain, daerah tujuan memperoleh tambahan sumber daya manusia produktif yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal.

Pada 2025, Jawa Timur memperoleh alokasi 16 kepala keluarga dalam skema Trans Karya Nusantara. Secara nasional, komposisi penempatan transmigrasi didominasi Translok atau Tempat Penampungan Sementara sebanyak 795 kepala keluarga, sedangkan TKN atau Transmigrasi Penduduk Asal sebanyak 95 kepala keluarga. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#trans gotong royong #trans karya nusa #transmigrasi T5 #khofifah indar parawansa #gubernur jawa timur