RADAR SURABAYA - Seorang warga negara asing (WNA) tewas terseret arus banjir di Jalan Krisnantara, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali, Minggu (14/12) pagi.
Jenazah perempuan asing yang belum diketahui identitasnya itu ditemukan tersangkut di gorong-gorong jembatan setelah hujan deras melanda kawasan tersebut.
PS Kasubsi Penmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, menjelaskan korban terseret arus saat mencoba menerobos banjir dengan sepeda motor.
“Korban seorang WNA yang belum diketahui identitasnya telah mengalami terseret arus banjir saat melintas di Jalan Krisnantara, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung,” ujar Inastuti, Minggu pagi.
Korban diduga nekat melintasi banjir dengan sepeda motor sebelum akhirnya terseret arus deras.
Motor yang dikendarai korban belum bisa dievakuasi karena terjepit di dalam gorong-gorong dengan debit air yang masih tinggi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menyebut laporan penemuan mayat diterima sekitar pukul 08.05 Wita. Sebanyak lima personel SAR dikerahkan dari Jimbaran untuk melakukan evakuasi.
“Sebanyak lima personel yang kami tugaskan melakukan evakuasi. Menurut laporan, posisi korban berada di bawah dan tersangkut pipa,” jelas Sidakarya.
Ia menambahkan, proses evakuasi berlangsung sulit karena ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa dan debit air terus meningkat akibat hujan.
Meski demikian, tim SAR gabungan bersama warga berhasil mengevakuasi jenazah sekitar pukul 10.30 Wita.
Korban ditemukan dalam kondisi bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana panjang hitam. Jenazah kemudian dibawa ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Tragedi banjir di Tibubeneng, Badung, menelan korban jiwa seorang WNA yang terseret arus deras saat melintas dengan sepeda motor.
Jenazah berhasil dievakuasi tim SAR meski menghadapi debit air tinggi, sementara motor korban masih terjebak di gorong-gorong.
“Kondisi hujan mengakibatkan debit air semakin lama semakin tinggi, sehingga tim SAR gabungan bersama warga berupaya secepatnya mengevakuasi korban,” pungkas Sidakarya. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari