RADAR SURABAYA – Pelaksanaan tes petugas haji tahap dua digelar serentak di seluruh Indonesia pada Kamis (11/12), kecuali di tiga daerah yang terdampak bencana banjir dan longsor.
Penundaan dilakukan sebagai bentuk empati terhadap warga yang terdampak dan karena keterbatasan sarana serta prasarana, sehingga tes tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.
Menteri Haji dan Umrah RI (Menhaj), Mochammad Irfan Yusuf, menyatakan bahwa tes ditunda sementara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Aceh, Sumut, dan Sumbar kita tunda dulu sambil dievaluasi dan menunggu kesiapan. Kalau dipaksakan tes, kasihan mereka.
Kami terus memantau dan berkoordinasi dengan kementerian,” ujar Gus Irfan, sapaan akrabnya, Jumat (12/12).
Selain penundaan tes, Kementerian Haji dan Umrah juga memberikan prioritas penundaan pelunasan bagi jemaah haji di wilayah terdampak bencana.
“Kami memberikan prioritas bagi wilayah yang terdampak bencana,” jelasnya.
Gus Irfan juga menekankan pentingnya fungsi tes ini untuk mendapatkan petugas yang layak.
“Nanti setelah lolos, seluruh petugas Indonesia akan dikumpulkan selama sekitar satu bulan untuk persiapan, agar mereka mengetahui secara persis apa yang harus dilakukan saat
penyelenggaraan haji,” ujarnya, menegaskan bahwa tidak ada petugas yang tidak layak yang akan dipaksakan berangkat.
Untuk memastikan transparansi proses, tim pemantau sudah disiapkan.
“Mereka sejak di kabupaten/kota nilainya sudah dipantau. Insyaallah tidak ada kecurangan,” pungkasnya. (rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan