RADAR SURABAYA – Aksi pencopetan di Stasiun Surabaya Gubeng Lama viral di media sosial dan langsung memicu perhatian publik.
Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat seorang pria bertopi mendekati perempuan berjilbab yang baru turun dari gerbong kereta.
Saat korban lengah, ponsel yang disimpan di saku jaket sebelah kiri dicuri pelaku yang kemudian melarikan diri.
KAI Dalami Kasus dan Siagakan Petugas Tambahan
Menanggapi kejadian tersebut, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, memastikan pihaknya sedang mendalami peristiwa itu.
Langkah antisipasi pun disiapkan, terutama menjelang lonjakan penumpang di masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Sebagai bentuk antisipasi, kami menyiagakan petugas tambahan. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan, petugas bisa segera berkoordinasi dengan aparat keamanan agar penumpang merasa nyaman saat Nataru,” ujarnya, Jumat (12/12).
Evaluasi dan Peningkatan Pengawasan
Mahendro menegaskan bahwa kasus pencopetan ini menjadi evaluasi internal bagi KAI. Pihaknya tengah meninjau kebutuhan jenis petugas tambahan yang paling efektif untuk meningkatkan keamanan.
“Ketika frekuensi penumpang tinggi, kewaspadaan memang harus lebih ditingkatkan,” katanya.
Imbauan untuk Penumpang
KAI juga mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat berada di area ramai dan berdesak-desakan, terutama menjelang puncak arus liburan.
“Barang berharga harus selalu diawasi agar tidak terlewat dan terhindar dari pencurian,” tambah Mahendro.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan