Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Lagi, Pendaki Meninggal di Gunung Rinjani, Kali Ini Warga Lokal yang Masuk Secara Ilegal

Nurista Purnamasari • Kamis, 11 Desember 2025 | 14:02 WIB

 

Terulang pendaki meninggal akibat jatuh di jurang Gunung Rinjani.
Terulang pendaki meninggal akibat jatuh di jurang Gunung Rinjani.

RADAR SURABAYA - Seorang pemuda berinisial ICBA, 18, asal Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, tewas setelah terjatuh ke jurang Gunung Kondo di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nusa Tenggara Barat.

Korban diketahui melakukan pendakian secara ilegal bersama rombongan melalui jalur Aik Berik pada Minggu (7/12).

Kepala Balai TNGR, Yarman, menegaskan bahwa pendakian ilegal menjadi salah satu faktor utama terjadinya kecelakaan.

“Korban jatuh di jalur pendakian Aik Berik. Korban beserta rombongan melakukan pendakian secara ilegal melalui jalur yang tidak resmi,” jelas Yarman dalam siaran pers, Rabu (10/12) malam.

Kronologi Kejadian

ICBA bersama rombongan tiba di Gunung Kondo pada Senin (8/12) sekitar pukul 09.00 WITA. Saat berada di jalur curam, korban terjatuh ke jurang dan disaksikan langsung oleh rekan-rekan pendakian.

“Melihat kejadian tersebut, saksi langsung mencari bantuan dan bertemu orang tua korban untuk menyampaikan peristiwa yang dialami,” terang Yarman.

Keluarga korban bersama warga kemudian melakukan pencarian mandiri dan menemukan ICBA dalam kondisi meninggal dunia di lokasi jatuhnya.

Tim gabungan TNGR dan Basarnas kemudian mengevakuasi jenazah menuju pos 4 jalur pendakian Aik Berik.

Tragedi pendakian di Rinjani bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, seorang wisatawan asing asal Brazil dilaporkan meninggal dunia saat mendaki Gunung Rinjani akibat kelelahan dan kondisi cuaca ekstrem.

Kasus tersebut sempat menjadi sorotan internasional dan menegaskan pentingnya regulasi serta pengawasan ketat terhadap aktivitas pendakian.

Pengamat pariwisata NTB, Lalu Ardiansyah, menilai dua kasus ini menjadi alarm keras bagi pengelolaan kawasan wisata alam.

“Rinjani adalah destinasi kelas dunia, tetapi keselamatan harus menjadi prioritas. Jalur ilegal harus ditutup dan pengawasan diperketat agar tragedi tidak berulang,” ujarnya.

Kematian ICBA saat mendaki Gunung Rinjani secara ilegal menambah daftar tragedi di gunung ikonik NTB, setelah sebelumnya wisatawan asing juga meninggal dunia. Balai TNGR menegaskan pentingnya pendakian melalui jalur resmi demi keselamatan.

“Negara hadir untuk memastikan keselamatan pendaki. Jangan lagi ada korban akibat jalur ilegal,” pungkas Yarman. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#pendaki meninggal #ilegal #Taman Nasional Gunung Rinjani #gunung rinjani #lombok