RADAR SURABAYA - Kebakaran besar melanda Gedung Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12) siang.
Api yang diduga berasal dari baterai litium di lantai dasar dengan cepat menyebar ke lantai atas, menimbulkan asap pekat dan menewaskan puluhan orang.
Peristiwa tragis ini memakan korban jiwa sebanyak 22 orang, termasuk seorang wanita hamil.
Sedangkan karyawan yang berhasil diselamatkan sebanyak 19 orang dan beberapa diantaranya mengalami luka-luka.
Data awal sempat mencatat 7 korban tewas, namun jumlah meningkat setelah evakuasi lanjutan.
Kronologi Kebakaran
Api mulai terlihat sekitar pukul 12.43 WIB di lantai dasar. Karyawan sempat berusaha memadamkan api menggunakan lima unit APAR (alat pemadam api ringan), namun gagal karena asap semakin tebal.
Petugas Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 12.50 WIB dan langsung melakukan evakuasi serta pemadaman. Jalan Letjen Suprapto sempat macet akibat kerumunan warga dan mobil pemadam.
Evakuasi korban berlangsung dramatis karena asap pekat menyelimuti hingga lantai enam gedung.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Megantara, menyebut dugaan awal kebakaran berasal dari baterai litium yang disimpan di lantai dasar.
“Kondisi ini menjadi pelajaran penting agar perusahaan dengan risiko tinggi seperti penyimpanan baterai litium memperketat standar keselamatan,” pungkas Bayu Megantara.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, menambahkan bahwa api bermula dari gudang penyimpanan baterai.
“Kobaran api bermula dari gudang baterai di lantai dasar, lalu menyebar cepat ke lantai atas,” ujarnya.
Polisi akan melakukan pendalaman terkait dugaan kelalaian yang menyebabkan gedung Terra Drone terbakar. Polisi juga akan mendalami izin operasional dari gedung tersebut.
"Tentunya dari penyebab tersebut kita akan kaji lagi, apakah penyebab tersebut juga dihubungkan dengan kelalaian atau ada pihak-pihak lain yang bertanggung jawab. Termasuk izin-izin dan sebagainya tentu akan kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Susatyo.
Susatyo mengatakan pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan tim laboratorium forensik (Labfor) Mabes Polri.
"Pada saat ini pula, tim Labfor (Laboratorium Forensik) Polri sudah hadir dan sudah melaksanakan olah TKP untuk menemukan sebab-sebab terjadinya kebakaran," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan saksi, sementara penyebab kebakaran diduga bersumber dari baterai drone. Meski begitu, dia mengatakan keterangan ini akan didalami lewat pemeriksaan tim labfor.
"Kalau dari keterangan tadi, memang sementara baru karena baterai ya, baterai dari drone yang terbakar. Namun sebabnya terbakar, saat ini tim Labfor masih bekerja. Mohon waktunya agar tim
Labfor bisa segera menangani dan mengetahui titik sumber api pertama dari kebakaran ini," ujarnya.
Gedung yang terbakar adalah kantor Terra Drone, perusahaan teknologi asal Jepang yang bergerak di bidang layanan drone dan hadir di lebih dari 25 negara.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, langsung meninjau lokasi kebakaran sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah.
Pramono menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menanggung biaya untuk korban luka maupun korban meninggal dunia dalam insiden kebakaran di Ruko Terra Drone.
"Pemerintah DKI Jakarta akan bertanggung jawab untuk seluruh korban berapapun jumlahnya," kata Pramono.
Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, untuk korban yang meninggal dunia, seluruh proses dan biaya pemakaman akan dibiayai Pemprov DKI Jakarta.
Tidak hanya korban meninggal, ia juga menegaskan bahwa seluruh korban luka dari insiden kebakaran ini ditangani secara penuh oleh pemprov DKI. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari