RADAR SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mencatat sejarah baru dengan memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan review buku mahasiswa baru.
Total 11.078 unggahan review berhasil diverifikasi sebagai valid, sekaligus menjadi rekor nasional untuk kategori serupa.
Program ini menjadi bagian dari penguatan budaya literasi yang terstruktur melalui sistem dan regulasi kampus.
Kepala UPT Perpustakaan Unesa, Suroso, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pemecahan rekor, tetapi juga upaya mendorong minat baca di lingkungan kampus.
"Namanya kampus ya harus banyak literasi. Kalau tidak membaca, bagaimana nantinya. Kegiatan ini adalah implementasi untuk meningkatkan literasi di kalangan mahasiswa," ujarnya, Selasa (9/12).
Dari total unggahan tersebut, tercatat 3.191 judul buku yang dipilih secara bebas oleh mahasiswa. Persiapan kegiatan berlangsung selama satu bulan, mulai dari pendampingan hingga proses pengumpulan review.
Suroso menegaskan bahwa partisipasi masif ini menjadi bentuk penghargaan mahasiswa terhadap budaya literasi kampus.
Perwakilan MURI, Sri Widayanti, memuji pencapaian Unesa yang mampu melampaui rekor sebelumnya milik BPOM Jakarta dengan 6.356 peserta.
"Syaratnya minimal harus 10 persen melebihi rekor lama. Namun Unesa luar biasa, hampir 100 persen lebih banyak, sehingga terciptalah 11.078 peserta dengan 3.191 judul buku," katanya.
Rektor Unesa, Prof. Nurhasan, menyebut keberhasilan ini sebagai langkah besar menuju visi Indonesia Emas 2045.
Ia menegaskan bahwa membaca, menulis, dan riset adalah fondasi penting bagi kemajuan bangsa.
"Budaya riset, membaca, dan menulis merupakan kekuatan bangsa. Bangsa yang maju adalah bangsa yang kuat secara analitis dan memiliki kualitas intelektual yang tinggi," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Unesa kini tengah memantapkan diri sebagai pusat riset dan inovasi, dengan literasi sebagai pijakan utama.
Kegiatan ini menjadi bukti keseriusan Unesa dalam membangun budaya akademik yang produktif dan berkelanjutan, serta memperkuat peran mahasiswa sebagai agen pengetahuan di masa depan.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan