RADAR SURABAYA - Kawasan pesisir Surabaya Timur punya potensi besar untuk menjadi pusat perekonomian masyarakat di sektor pariwisata. Terlebih dengan hadirnya Taman Suroboyo, THP Kenjeran, hingga Jembatan Suroboyo. Namun, ada sejumlah kendala seperti kondisi sedimentasi lumpur di pantai hingga infrastruktur jalan.
Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran menjadi salah satu ikon pariwisata di pesisir Surabaya. Taman hiburan yang jadi salah satu jujukan warga dalam kota maupun luar kota itu terus berbenah. Meskipun ada persoalan mendasar yang belum terselesaikan.
Salah satu aspek yang acapkali dikeluhkan masyarakat khususnya di THP sisi selatan adalah sedimentasi di bibir pantai. Pantauan Jawa Pos, sudah tidak tampak adanya pasir di pantai tersebut, seperti pantai pada umumnya. Hanya ada lumpur yang terlihat semakin parah saat kondisi air laut surut.
”Kondisi ini memang dikeluhkan pengunjung. Namun juga karena faktor alam lantaran lokasi berada di selat. Untuk teknis penambahan pasir bukan ranah kami,” ungkap Kepala UPTD Pengelolaan Obyek Wisata THP Kenjeran Rusdi Ismet kemarin (7/12).
Pengelola THP Kenjeran pun mengembangkan wahana baru di sisi utara yang akan dijadikan sebagai sport tourism. Salah satunya membuat lapangan voli pantai standar nasional yang ditargetkan selesai sebelum akhir tahun. Lapangan voli pantai itu sekaligus untuk persiapan Surabaya menjadi tuan rumah Porprov 2027.
Atlet-atlet voli pantai akan memasuki pemusatan latihan dan membutuhkan arena latihan layak. Aktivitas atlet dari berbagai daerah diperkirakan menambah volume kunjungan harian. ”Lapangan ini juga akan digunakan atlet dari luar kota,” sebutnya.
Selain voli pantai, zona utara juga diperkuat dengan arena wall climbing. Pengelola menilai keberadaan dua fasilitas ini akan memperbesar peluang penyelenggaraan event olahraga sepanjang tahun. ”Dua fasilitas itu menjadi paket utama sport tourism kami,” kata Ismet.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya Hidayat Syah mengatakan, THP Kenjeran hingga Jembatan Suroboyo menjadi spot yang ditawarkan ke agen travel hingga wisatawan. Terlebih tempatnya yang dekat dengan pesisir menjadi destinasi ikonik Kota Pahlawan. ”Kami menawarkan juga potensi pariwisata ke asosiasi,” jelasnya.
Selain itu, event olahraga skala regional hingga internasional diperbanyak. Sehingga mengundang masyarakat untuk hadir. Seperti penyelenggaraan kejuaraan catur internasional dua pekan mendatang. ”Pesertanya dari berbagai negara. Setelah bertanding pasti peserta juga akan berwisata," imbuhnya. (dho/ata/jun)