Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Inilah Sosok Muzakir “Mualem” Manaf, Gubernur Aceh yang Dapat Sorotan Positif Karena Kesigapannya Tangani Bencana Banjir

Nurista Purnamasari • Selasa, 9 Desember 2025 | 12:10 WIB
Gubernur Aceh Muzakir Manaf menjadi salah satu kepala daerah yang mendapat sorotan positif selama pananganan bencana banjir di Sumatera.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf menjadi salah satu kepala daerah yang mendapat sorotan positif selama pananganan bencana banjir di Sumatera.

RADAR SURABAYA - Tragedi banjir besar yang melanda Aceh akhir November hingga Desember 2025 menempatkan Gubernur Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem di garis depan penanganan bencana.

Mualem menjadi salah satu pemimpin yang mendapat sorotan positif sepanjang tragedi bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera, khususnya di Aceh.

Sosok Mualem disorot karena gerak cepat dan kesigapannya dalam penanganan bencana maupun kebijakan dalam penanganan pengungsi, evakuasi korban, hingga penyaluran bantuan.

Ia turun langsung ke lokasi terdampak, meninjau evakuasi, hingga menegur pejabat daerah yang dianggap tidak sigap.

Sosok Mualem kembali menjadi sorotan karena kepemimpinannya yang tegas dan kedekatannya dengan rakyat.

Perjuangan di Tengah Bencana

Mualem resmi menetapkan status darurat bencana banjir dan longsor di Aceh sejak 28 November 2025, berlaku selama 14 hari.

Ia aktif menyalurkan bantuan, memobilisasi aparat, dan memastikan evakuasi berjalan. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, ia terlihat masih mengenakan sepatu berlumur lumpur saat menyambut. Presiden di Bandara Sultan Iskandar Muda, tanda bahwa ia baru saja turun dari lokasi banjir.

“Harus proaktif melayani masyarakat, jangan lari. Jangan ada alasan tidak tahu,” tegas Mualem saat menegur bupati yang dianggap tidak sigap.

Mualem juga melakukan berbagai upaya dalam penanganan banjir, mulai dari menetapkan status darurat bencana, menginstruksikan penanganan tanpa jeda, menegur pejabat daerah yang tidak sigap, memimpin apel recovery bersama TNI, Polri, dan PLN, hingga menerima bantuan asing dan LSM untuk evakuasi korban.

Upaya Mualem dalam Penanganan Banjir

1. Menetapkan Status Darurat
Mualem menetapkan status darurat banjir dan longsor di 18 kabupaten/kota Aceh sejak akhir November 2025. Status ini memungkinkan mobilisasi cepat sumber daya, logistik, dan aparat untuk penanganan bencana.

2. Instruksi Penanganan Tanpa Jeda
Dalam apel recovery di Landasan Udara Sultan Iskandar Muda, ia menegaskan penanganan harus dilakukan “secara militan, terukur, dan tanpa jeda”. Fokus utama adalah pembukaan akses darat agar distribusi logistik bisa menjangkau desa-desa terisolasi.

3. Teguran kepada Pejabat Daerah
Mualem menegur keras bupati/wali kota yang dianggap “cengeng” atau tidak proaktif dalam menangani banjir. Ia menekankan bahwa pejabat harus hadir di lapangan, melayani masyarakat, dan tidak beralasan “tidak tahu”.

4. Dukungan Bantuan Asing dan LSM
Berbeda dengan pemerintah pusat, Mualem menyatakan tidak menolak bantuan asing untuk mempercepat penanganan banjir. Ia juga mengizinkan tim dari China (LSM) untuk membantu evakuasi jenazah korban banjir bandang.

“Keselamatan rakyat adalah prioritas. Pemerintah Aceh akan terus bekerja keras hingga kondisi pulih,” tegas Mualem.

TURUN LAPANGAN: Mualem saat meninjau bantuan bagi para pengungsi, dia juga tidak segan turun langsung membagikan bantuan.
TURUN LAPANGAN: Mualem saat meninjau bantuan bagi para pengungsi, dia juga tidak segan turun langsung membagikan bantuan.

Bahkan dalam wawancaranya dengan Najwa Shihab, Mualem juga terus menekankan untuk terus menyalurkan bantuan kepada masyarakat, dan para pemimpin harus turun dan hadir membantu masyarakat.

"Karena kita lihat, kan mereka dipilih oleh rakyat. Kenapa bila terjadi kejadian kaya' begini, mereka kewalahan. Mereka acuh tak acuh, ttidak bertanggung jawab," tuturnya.

Istri Mualem, Marlina Muzakir, turut aktif menyalurkan bantuan ke daerah terdampak. Ia bahkan sempat terjebak banjir selama dua hari saat menyalurkan bantuan di Aceh Utara.

Kehadiran keluarga dalam aksi nyata memperkuat citra kepemimpinan Mualem yang dekat dengan rakyat.

Sosok dan Perjalanan Karier

Mualem dikenal luas sebagai mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sebelum terjun ke dunia politik.

Mualem menjadi panglima tertinggi militer GAM setelah gugurnya Abdullah Syafi'i. Ia diangkat menjadi panglima komando pusat GAM pada tahun 2002 dan kemudian pada tahun 2007 mendirikan Partai Aceh, serta menjadi ketua umum pertama partai tersebut.

Lakilaki kelahiran 3 April 1964 di Mane Kawan ini juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh periode 2012–2017. Latar belakang militernya membuat ia dikenal sebagai sosok disiplin, berani, dan berkomitmen terhadap rakyat.

Karisma Mualem terlihat dari bagaimana masyarakat menilai kepemimpinannya. Ia dianggap sebagai figur yang tidak hanya memimpin dari balik meja, tetapi juga hadir di lapangan. Netizen bahkan menyoroti sepatu berlumpurnya sebagai simbol kerja nyata.

Karisma dan aksi nyata Mualem dalam menghadapi bencana memperkuat posisinya sebagai figur penting di Aceh, sekaligus menegaskan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari keberanian turun langsung bersama rakyat. (nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#banjir aceh #kepala daerah #mualem #mantan gam #Muzakir Manaf #banjir sumatera #gubernur aceh #aceh