RADAR SURABAYA – Sore itu, Aula Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dipenuhi suasana haru sekaligus kehangatan.
Di antara deretan kursi, tampak mahasiswa dan dosen yang keluarganya terdampak banjir besar di Sumatera dan Aceh duduk berdampingan, sebagian masih sibuk memantau gawai mencari kabar terbaru dari kampung halaman.
Di tengah kegelisahan itu, Unesa menggelar Lelang Amal dan Doa Bersama sebagai bentuk dukungan moril dan material bagi mereka.
Acara tersebut bukan sekadar kegiatan penggalangan dana biasa. Unesa menghadirkan benda-benda bersejarah dari dunia olahraga Indonesia—mulai baju timnas bertanda tangan
pelatih Shin Tae-yong, raket bulutangkis milik Ratri (peraih medali emas Paralimpiade Tokyo dan Paris), hingga kostum Marselino Ferdinan dan Rachmat Irianto yang dikenakan di momen
penting karier mereka. Bahkan, sepatu Bhineka milik Rektor Unesa, Cak Hasan, ikut dilelang untuk menambah donasi.
Barang-Barang Bersejarah, Kisah Besar di Baliknya
Menurut Wakil Rektor IV Unesa, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, seluruh hasil lelang akan disalurkan langsung kepada mahasiswa yang keluarganya terdampak banjir.
“Kami menggelar lelang ini hingga 10 Desember dan terbuka untuk umum. Antusiasmenya luar biasa. Banyak dosen dan civitas akademika yang langsung mendaftar untuk ikut serta,” ujarnya, Senin (8/12).
Prof. Dwi menjelaskan, salah satu barang yang menarik perhatian adalah kostum milik Marcelino Ferdinan, mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Unesa, yang sebelumnya dikenakan saat kualifikasi Piala Dunia.
Baju tersebut telah dikirim langsung oleh keluarga sang pemain. Sementara kostum Rachmat Irianto yang sempat sobek kini tengah dijahit kembali sebelum dilelang.
458 Mahasiswa dan Dosen Terdampak, Unesa Buka Dukungan Total
Data terbaru menunjukkan terdapat 458 mahasiswa dan dosen Unesa yang familinya terdampak banjir di Sumatera dan Aceh.
Dari jumlah itu, 63 orang terkena dampak langsung, melaporkan rumah tergenang, akses jalan putus, hingga jaringan komunikasi terputus.
Beberapa di antara mereka turut hadir dalam acara lelang amal. Ada yang berkisah tentang perjuangan keluarga menyelamatkan dokumen,
ada yang menceritakan kondisi rumah lantai satu yang sudah tenggelam dalam air bercampur lumpur. Suara mereka bergetar, tetapi disambut tepuk tangan hangat seluruh hadirin.
Situasi tersebut membuat Unesa bergerak cepat. “Unesa akan memberikan beasiswa sampai lulus beserta living cost bagi mahasiswa yang benar-benar kehilangan tempat tinggal.
Kami ingin meringankan beban mahasiswa dan keluarganya,” tegas Prof. Dwi.
Trauma Healing untuk Kekuatan Mental dan Spiritual
Tak hanya bantuan materi, Unesa juga menyediakan trauma healing dan layanan pendampingan psikologis.
Direktur PPIS Unesa, Prof. Mutimmatul Faidah, menuturkan bahwa banyak mahasiswa yang belum bisa menghubungi keluarga sehingga kondisi mentalnya ikut terpengaruh.
“Kami melakukan trauma healing berkelompok agar mereka memiliki kekuatan mental dan spiritual.
Bagi yang masih kesulitan menghubungi keluarga, kami mendampingi secara intens bersama tim psikologi dan konselor,” katanya.
Pendampingan ini mencakup sesi konseling, ruang berbagi cerita, hingga kegiatan spiritual yang bertujuan membangun kembali rasa tenang dan aman di tengah ketidakpastian.
Doa, Solidaritas, dan Harapan Baru
Acara lelang amal ditutup dengan doa bersama. Lampu aula diredupkan, dan seluruh peserta berdiri dengan kepala tertunduk, mendoakan keluarga dan masyarakat di Sumatera–Aceh
agar diberi keselamatan. Di tengah hening itu, terasa betapa kuatnya solidaritas keluarga besar Unesa.
Bagi para mahasiswa yang terdampak, hari itu bukan hanya tentang bantuan dana atau barang dilelang.
Tetapi tentang rasa dipeluk oleh komunitas, tentang harapan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah.
Melalui lelang amal, beasiswa, dan pendampingan psikologis, Unesa berupaya memastikan setiap langkah pemulihan berjalan bersama-sama. Seperti pesan yang berulang kali disampaikan dalam acara tersebut:
“Dalam musibah, yang paling penting adalah saling menguatkan.”
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan