RADAR SURABAYA - Duel berbeda nasib akan tersaji pada lanjutan Liga Nusantara 2025 Grup D ketika Persebata Lembata menghadapi pemuncak klasemen Persekabpas Pasuruan di Lapangan Thor Surabaya, Selasa (9/12/2025) mulai pukul 19.00 WIB.
Laga ini menjadi ujian berat bagi Persebata, debutan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang saat ini menghuni posisi kelima dari enam peserta Grup D. Sebaliknya, Persekabpas tampil meyakinkan sejauh ini dengan menyapu bersih dua laga awal dan memimpin klasemen dengan enam poin.
Pada laga terakhir, Persekabpas mengalahkan Perseden Denpasar dengan skor 2-1. Dari sisi taktikal, tim asal Kabupaten Pasuruan tersebut dikenal solid saat bertahan. Ketika ditekan, mereka menerapkan low block dengan komposisi pemain yang rapat di sepertiga akhir pertahanan. Skema ini membuat lawan kesulitan menemukan ruang.
Saat menyerang, Persekabpas memiliki pola yang cukup fleksibel. Saat melawan Perseden, mereka berganti antara formasi 4-3-3—mengandalkan kecepatan winger kanan yang aktif mengirim umpan silang—dan 3-4-3 yang menambah kepadatan lini tengah. Variasi ini membuat serangan mereka lebih efektif, termasuk terciptanya gol kedua pada laga tersebut.
Sebaliknya, Persebata Lembata masih mencari kemenangan perdana setelah melalui dua pertandingan awal tanpa hasil maksimal. Menghadapi tim sekuat Persekabpas, pendekatan pragmatis dan lebih defensif kemungkinan menjadi pilihan rasional.
Lini tengah Persebata masih terlihat rapuh dan sering kehilangan duel kedua bola, sementara barisan belakang belum menunjukkan konsistensi.
Jika memilih bertahan, Persebata perlu memaksimalkan serangan balik cepat. Trio penyerang mereka sebenarnya beberapa kali mendapatkan peluang emas pada dua laga sebelumnya, namun kurang tenang pada penyelesaian akhir. Evaluasi di sektor ini menjadi penting agar tidak menyia-nyiakan kesempatan.
Skema direct long ball yang kerap mereka gunakan juga menjadi sorotan. Umpan panjang dari dua bek tengah hampir selalu mudah dipatahkan lawan, membuat Persebata kehilangan ritme permainan. Kombinasi satu-dua sentuhan serta variasi serangan menjadi kebutuhan mendesak, terutama saat menghadapi tim seperti Persekabpas yang bisa menerapkan low block secara efektif.
Pada pertemuan sebelumnya melawan Perseden, Persebata gagal menembus rapatnya pertahanan lawan dan terlalu bergantung pada umpan silang. Jika pola serupa kembali diterapkan, Persekabpas diprediksi tak kesulitan mengantisipasi.
Meski berat, peluang tetap terbuka. Persebata perlu tampil lepas, penuh determinasi, dan berjuang tanpa beban. Kemenangan melawan tim kuat seperti Persekabpas akan menjadi dorongan besar bagi mereka untuk memperbaiki posisi di klasemen. (*)
Editor : Lambertus Hurek