Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Surabaya Rumuskan Peta Jalan Jadi Pusat Seni dan Teater Kelas Dunia Menuju Indonesia Emas 2045

Rahmat Sudrajat • Senin, 8 Desember 2025 | 13:04 WIB
IGAK Satrya Wibawa, Duta Besar RI untuk UNESCO (tengah) membahas tentang diplomasi budaya dalam momen Simposium Nasional PCU Surabaya
IGAK Satrya Wibawa, Duta Besar RI untuk UNESCO (tengah) membahas tentang diplomasi budaya dalam momen Simposium Nasional PCU Surabaya

RADAR SURABAYA – Upaya menjadikan Surabaya sebagai pusat seni dan teater pertunjukan kelas dunia terus dimatangkan.

Petra Christian University (PCU) melalui Petra Theatre dan Program English for Creative Industry (ECI), bekerja sama dengan Institut Français Indonésie (IFI) Surabaya, menggelar

Simposium Nasional “Performing the Future: Building Creative Cities Through Art and Collaboration” di Matthew Conference Hall, lantai 10, PCU.

Simposium yang berlangsung selama enam jam itu sekaligus memperingati 23 tahun berdirinya Petra Theatre.

Acara menghadirkan lima pembicara global yang membahas masa depan seni pertunjukan di tengah derasnya transformasi digital.

Seni Pertunjukan sebagai Motor Ekonomi Baru Surabaya

Ketua acara, Meilinda, menjelaskan bahwa forum tersebut menjadi ruang untuk mengulas kondisi teater saat ini dan strategi inovasi agar tetap relevan.

“Forum ini secara tajam membahas bagaimana teater sebagai mesin memori dapat bertahan dan bahkan mendorong ekonomi kreatif melalui inovasi,” jelasnya pada Minggu (7/12).

Ia menegaskan bahwa keterlibatan akademisi, pemerintah kota, pelaku industri, dan komunitas sangat penting untuk merumuskan peta jalan Surabaya sebagai kota kreatif berbasis seni pertunjukan.

UNESCO Soroti Diplomasi Budaya Surabaya

Duta Besar RI untuk UNESCO, IGAK Satrya Wibawa, turut menjadi pembicara utama. Ia menyoroti pentingnya diplomasi budaya, jejaring UNESCO Creative Cities, serta persoalan representasi budaya di era digital.

“Teater dan whole person education memegang peran kunci dalam membangun generasi kreatif dan menciptakan ekosistem kota kreatif yang tangguh,” ujarnya.

Contoh Transformasi: Digitalisasi Teater Koma

Simposium juga menghadirkan studi kasus Teater Koma dengan program Digitalisasi Koma. Langkah ini dinilai sebagai contoh konkret

bagaimana warisan seni dapat bertransformasi menjadi ruang interaksi yang relevan dengan generasi digital.

Balai Budaya Disiapkan Jadi “Broadway-nya Surabaya”

Fokus diskusi mengerucut pada integrasi pendidikan seni di sekolah dan perguruan tinggi, serta pengembangan infrastruktur kota.

Salah satu yang mencuat adalah revitalisasi Balai Budaya Surabaya yang dinilai mampu tumbuh menjadi destinasi pertunjukan berskala internasional.

Dengan potensi tersebut, Surabaya dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi kota pertunjukan terdepan di Indonesia dan magnet wisata seni kelas dunia.

Arah Menuju Indonesia Emas 2045

Meilinda menekankan pentingnya menjadikan seni pertunjukan sebagai bagian dari kebijakan publik dan strategi ekonomi.

“Seni pertunjukan bukan sekadar hiburan, melainkan investasi strategis yang mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi dan diplomasi budaya menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Simposium ini memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam merumuskan strategi performing the future bagi Surabaya, sekaligus membuka peluang baru bagi ekosistem seni pertunjukan nasional. (rmt)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#UNESCO #Institut Francais Indonesie #Petra Theatre dan Program English for Creative Industry #IFI