RADAR SURABAYA - Bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera sejak akhir November 2025 menimbulkan korban jiwa dan kerusakan besar.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Minggu (7/12), 940 orang meninggal dunia, 276 orang masih hilang, dan lebih dari 5.000 luka-luka.
Selain itu, 589 ribu warga terpaksa mengungsi ke lokasi aman, dengan kondisi wilayah terdampak masih memprihatinkan.
BNPB menyebutkan bahwa banjir bandang dan longsor terjadi akibat curah hujan ekstrem, kerusakan lingkungan, serta lemahnya kapasitas wilayah dalam menahan aliran air. Perubahan fungsi lahan dan hilangnya hutan memperparah dampak bencana.
BNPB juga melaporkan adanya banjir susulan di beberapa wilayah, diantaranya Batang Toru Tapanuli Selatan (Sumut), Agam (Sumatera Barat), dan Aceh Besar.
Banjir susulan ini terjadi karena hujan deras masih mengguyur kawasan hulu sungai dan membawa material vulkanik serta lumpur ke permukiman warga.
“Kami terus melakukan evakuasi dan distribusi bantuan. Fokus utama saat ini adalah penyelamatan korban hilang dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi,” ujar Kepala Pusat Data BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi.
BNPB menegaskan bahwa upaya evakuasi, pencarian korban hilang, dan distribusi bantuan terus dilakukan.
Tragedi ini menjadi peringatan penting akan perlunya penguatan mitigasi bencana, rehabilitasi lingkungan, dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi cuaca ekstrem. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari