Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Liga Nusantara: Persebata Lembata Raih Satu Poin Pertama Usai Imbang Lawan Persiba Bantul

Lambertus Hurek • Jumat, 5 Desember 2025 | 03:09 WIB
Pertandingan Liga Nusantara antara Persebata Lembata dan Persiba Bantul di Surabaya. (IST)
Pertandingan Liga Nusantara antara Persebata Lembata dan Persiba Bantul di Surabaya. (IST)

RADAR SURABAYA - Persebata Lembata, wakil Nusa Tenggara Timur (NTT), meraih hasil lumayan pada laga kedua Liga Nusantara. Setelah kalah 0-2 dari Perseden Denpasar di partai perdana, mereka kini mengamankan satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Persiba Bantul di Lapangan Pasiran, Ujung, Surabaya, Kamis (4/12) sore.

Pertandingan yang cukup menarik dan diwarnai permainan keras itu berakhir dengan skor sama. Persebata bahkan sempat tertinggal lebih dulu setelah terkena hukuman penalti pada menit awal. Untungnya, anak asuhan pelatih Edward Y. Togo mampu bangkit dan merepotkan pertahanan Bantul hingga akhirnya mencetak gol penyama kedudukan.

Untuk menghadapi Persiba Bantul, pelatih Edward Y. Togo melakukan sejumlah perubahan pada starting eleven. Di lini tengah, Rusli dimasukkan untuk menemani kakaknya, Sole, sebagai kreator sekaligus dirigen permainan. Keduanya didampingi Ilham yang berperan sebagai gelandang bertahan. Sementara di lini serang, Putra Ngada Ebin Toi dipasang sebagai sayap kanan menggantikan veteran Imran Hamsi.

Seperti pada partai pertama, Persebata terlihat belum menemukan irama permainan terbaik mereka. Persiba Bantul langsung menekan sejak menit awal dengan umpan-umpan one-two yang cepat.

Tekanan tersebut berbuah hasil saat pemain belakang Persebata melakukan pelanggaran di kotak terlarang. Eksekutor penalti Persiba Bantul sukses menjebol gawang Persebata, membuat skor menjadi 1-0.

Memasuki pertengahan babak pertama, Persebata mulai keluar dari tekanan. Nama-nama seperti Yohanes Toi, Ronal Sambi, dan Rusli Dulimaking mulai membuat pertahanan Bantul kewalahan. Meski belum mencetak gol, situasi ini menjadi angin segar bagi skuat Persebata.

Namun, permainan mereka masih sering diwarnai pelanggaran, terutama saat melakukan pressing di area lawan. Hal ini mengganggu momentum serangan yang sebenarnya sedang dalam posisi menguntungkan. Secara keseluruhan, pola permainan masih mirip dengan laga sebelumnya, dengan umpan panjang yang kurang efektif dan minimnya peluang tercipta.

Di babak kedua, Persebata semakin meningkatkan tempo. Mereka tak hanya bermain direct ke striker, tetapi juga menyisir bola ke sayap melalui Yohanes Toi dan Baghi untuk kemudian melakukan crossing. Namun, kelemahan dalam pressing yang berakhir pelanggaran masih terlihat.

Keputusan berani diambil pelatih Edward Y. Togo dengan melakukan tiga pergantian pemain sekaligus. Dia menarik dua gelandang serang, Sole dan Rusli, serta bek kanan Juan Antoni. Mereka digantikan Fandi di bek kanan, Cavalari di sayap kanan, dan Ali Anwar di lini tengah.

Keputusan itu membuahkan hasil dalam waktu kurang dari lima menit. Y. Baghi berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol tercipta berawal dari pressing ketat pemain Persebata di area pertahanan Bantul.

Baghi berhasil merebut bola, bermain satu-dua dengan Yohanes Toi, lalu menerima umpan balik dari Ronald Sambi sebelum melepaskan tembakan yang berhasil menggoyang gawang lawan.

Hasil imbang ini memberikan poin pertama bagi Persebata di kompetisi Liga Nusantara 2025. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Lapangan Pasiran Surabaya #NTT #liga nusantara #persiba bantul #Persebata Lembata