Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Saat Libur Nataru, 119,5 Juta Orang Bakal Melakukan Perjalanan Mudik dan Liburan

Nurista Purnamasari • Selasa, 2 Desember 2025 | 04:53 WIB
Sebagian masyarakat akan memanfaatkan transportasi umum untuk bepergian saat libur nataru.
Sebagian masyarakat akan memanfaatkan transportasi umum untuk bepergian saat libur nataru.

RADAR SURABAYA - Momen libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) biasanya akan dimanfaatkan masyarakat untuk mudik ke kampung halaman maupun liburan. Hal itu akan mendorong mobilitas masyarakat yang tinggi, baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan sebanyak 119,5 juta masyarakat Indonesia akan melakukan perjalanan mudik pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026.
Angka ini meningkat 2,71% dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya, menunjukkan lonjakan mobilitas masyarakat menjelang libur panjang akhir tahun.

Sekretaris Jenderal Kemenhub, Antoni Arif Priadi, menjelaskan bahwa proyeksi tersebut merupakan hasil survei potensi pergerakan masyarakat yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi (BKT).

“Dari 283,5 juta penduduk Indonesia sesuai data BPS 2025, diperkirakan 42,01% atau kurang lebih 119,5 juta jiwa akan melakukan perjalanan. Ini meningkat 2,71% dari hasil survei pergerakan Nataru 2024–2025,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Senin (1/12).

Survei mencatat, 42,01% masyarakat berencana melakukan perjalanan ke luar kota, sementara 57,99% lainnya tidak berencana bepergian.

Kota asal dengan potensi pergerakan tertinggi antara lain Jakarta Timur, Bekasi, Bogor, Surabaya, dan Makassar. Sedangkan kota tujuan terbanyak adalah Yogyakarta, Bandung, Malang, Bogor, dan Denpasar.

Kemenhub juga memaparkan timeline pemantauan Nataru 2025–2026. Posko Nataru akan berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 24 Desember 2025, sementara arus balik diperkirakan pada 2 Januari 2026.

“Hasil survei menunjukkan mayoritas masyarakat cenderung bepergian di pagi hari, baik saat mudik maupun arus balik,” kata Antoni.

Menyangkut kesiapan sarana dan prasarana, Kemenhub melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, termasuk bandara, terminal, dan pelabuhan.

Baca Juga: Sampah Plastik Surabaya Tembus 660 Ribu Ton, Pencemaran Mikroplastik Mengancam Otak dan Reproduksi

Ramp check terhadap alat angkut juga sudah dimulai sejak beberapa minggu lalu atas instruksi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Selain itu, pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi berupa diskon transportasi. Di antaranya diskon 30% tiket KA Ekonomi (non penugasan) untuk 1,51 juta penumpang, diskon 20% tarif dasar angkutan laut di bawah Pelni untuk 405 ribu penumpang.

Serta diskon 100% tarif jasa kepelabuhan untuk angkutan penyeberangan ASDP yang menyasar 2,14 juta penumpang dan 491 ribu kendaraan.

Untuk transportasi udara, diskon diberikan pada komponen tiket pesawat sebesar 13–14%, termasuk PPN Ditanggung Pemerintah (DTP), harga bahan bakar, dan pajak jasa penumpang.

Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 24 Desember 2025, sementara arus balik pada 2 Januari 2026.

Pemerintah berharap stimulus berupa diskon transportasi dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjaga kelancaran mobilitas selama periode Natal dan Tahun Baru. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#diskon transportasi #liburan #stimulus ekonomi #libur nataru #Kemenhub #mobilitas #mudik