Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Rais Aam Tegaskan Yahya Cholil Staquf Tak Lagi Menjabat Ketua Umum PBNU per 26 November 2025

Rahmat Adhy Kurniawan • Minggu, 30 November 2025 | 02:33 WIB
Rais Aam PBNU Miftachul Ahyar menunjukkan hasil rapat internal terkait jabatan Yahya Cholil Staquf saat konferensi pers di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Sabtu (29/11/2025).
Rais Aam PBNU Miftachul Ahyar menunjukkan hasil rapat internal terkait jabatan Yahya Cholil Staquf saat konferensi pers di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Sabtu (29/11/2025).

RADAR SURABAYA- Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, KH Yahya Cholil Staquf resmi tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU.

Dengan keputusan itu, Yahya tidak memiliki kewenangan maupun hak menggunakan atribut jabatan.

“Sejak saat itu, kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam,” ujar Kiai Miftachul dalam konferensi pers di kantor PWNU Jawa Timur, Sabtu (29/11). 

Ia menekankan bahwa keputusan Syuriah PBNU bersifat final dan mengikat. Karena itu, segala tindakan, penggunaan atribut, maupun pengambilan keputusan atas nama Ketua Umum PBNU dinyatakan tidak lagi sah.

Kiai Miftachul menjelaskan bahwa risalah Rapat Harian Syuriah PBNU disusun berdasarkan data dan kondisi riil.

“Tidak ada motif lain di luar yang tertulis dalam risalah rapat. Semua sesuai fakta,” tegasnya.

Untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan normal, PBNU akan segera menggelar Rapat Pleno atau Muktamar dalam waktu dekat. Ia berharap fase transisi berlangsung tertib sesuai aturan jam’iyah.

Rais Aam juga memberi perhatian khusus pada dinamika opini publik serta informasi yang beredar di media arus utama maupun media sosial.

“Untuk mendapatkan kesahihan informasi, akan dibentuk Tim Pencari Fakta yang bekerja secara utuh dan mendalam,” ujarnya.

Ia menunjuk Wakil Rais Aam Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Afifuddin Muhajir sebagai pengarah Tim Pencari Fakta (TPF).

Demi kelancaran kerja TPF, imple­mentasi Digdaya Persuratan tingkat PBNU ditangguhkan sementara hingga investigasi rampung. Adapun implementasi di tingkat PWNU dan PCNU tetap berjalan normal.

Kiai Miftach kembali mengajak seluruh warga NU untuk memegang teguh nilai-nilai Khittah Nahdlatul Ulama.

“Semua pihak harus mengedepankan kepentingan bersama, menjaga akhlak mulia, serta menjunjung tinggi kejujuran dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” tuturnya.

Sebagai ikhtiar batiniah, Rais Aam mengimbau jamaah NU untuk memperbanyak doa agar Allah SWT memberikan jalan keluar terbaik bagi Jam’iyah Nahdlatul Ulama.

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#tpf #Nahdlatul Ulama #PBNU #kh miftachul akhyar #Tim Pencari Fakta #Yahya Cholil Staquf #Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama