Hasil ini menempatkan Jatim di posisi kedua di bawah DKI Jakarta, yang kokoh sebagai juara umum dengan 13 emas, 7 perak, dan 5 perunggu.
Sementara Sumatera Selatan menempati urutan ketiga lewat koleksi 4 emas, 2 perak, dan 5 perunggu.
Gelaran IOAC 2025 berlangsung pada 24–26 November 2025 di GBK Aquatic Stadium, Jakarta, dan diikuti ratusan atlet dari berbagai provinsi serta klub akuatik nasional.
Pelatih Puji Konsistensi Atlet Jatim
Pelatih Kepala Tim Loncat Indah Jawa Timur, Ronaldy Herbintoro, mengapresiasi performa para atletnya yang dinilai tampil stabil dan mampu bersaing dalam tekanan pertandingan.
“Anak-anak tampil luar biasa. Mereka menunjukkan disiplin, fokus, dan keberanian di setiap nomor yang diikuti.
Hasil ini adalah buah dari kerja keras panjang melalui pembinaan berkelanjutan,” ujar Ronaldy, Kamis (27/11/2025) malam.
Ia menilai posisi runner-up di IOAC 2025 menunjukkan bahwa pembinaan loncat indah Jatim berada pada jalur yang tepat.
Total 8 Emas Jika Digabung dengan Dynamic Aquatic Club
Jika digabung dengan hasil dari Dynamic Aquatic Club (klub asal Jatim) yang meraih 3 emas, 5 perak, dan 1 perunggu, maka total perolehan Jatim di sektor loncat indah menjadi 8 emas, 6 perak, dan 2 perunggu.
Ronaldy menegaskan bahwa pencapaian 2025 menjadi modal penting untuk menghadapi kalender kejuaraan tahun 2026.
Meski demikian, ia menilai masih ada aspek-aspek teknis yang perlu ditingkatkan, termasuk konsistensi dan variasi loncatan di nomor-nomor dengan persaingan ketat.
“Kami bersyukur bisa kembali berada di posisi dua besar. Namun masih banyak ruang untuk meningkatkan kesempurnaan teknik, termasuk menambah variasi loncatan dengan tingkat kesulitan lebih tinggi,” ujarnya.
Soroti Regenerasi Atlet dan Kelemahan di Sektor Putra
Ronaldy juga menekankan pentingnya regenerasi atlet agar Jatim tetap kompetitif di tingkat nasional.
“Kami punya bibit-bibit baru yang sedang naik. Kejuaraan seperti IOAC menjadi wadah ideal untuk menguji kemampuan mereka,” katanya.
Sementara itu, pengamat menilai dominasi DKI Jakarta seharusnya menjadi alarm bagi Jawa Timur.
Lima emas Jatim dinilai masih bergantung pada satu atlet utama, Gladies Larissa, sehingga sektor putra perlu diperkuat.