RADAR SURABAYA - Aktivitas pemugaran Situs Gunung Padang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kini mendapat perhatian internasional.
Ketua Tim Kajian dan Pemugaran Situs Gunung Padang, Ali Akbar, mengungkapkan bahwa peneliti asal Kanada telah menyatakan minat untuk terlibat dalam riset pemugaran situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara tersebut.
“Betul, tempo hari ada peneliti dari Kanada mengirim surat pada kementerian untuk riset Gunung Padang,” ujarnya dikutip dari Kompas.com , Kamis (27/11).
Ia menambahkan, para peneliti mancanegara itu bahkan sudah mempresentasikan konsep penelitian dan melakukan peninjauan langsung ke lokasi.
Ali menjelaskan bahwa konsep penelitian yang diajukan cukup komprehensif, namun keterlibatan mereka masih menunggu kelengkapan dokumen resmi.
Ketertarikan peneliti luar negeri muncul setelah membaca berbagai publikasi mengenai Gunung Padang, yang dianggap penting untuk dikaji lebih mendalam.
“Kalau sudah memenuhi persyaratan, tentu akan kita libatkan dalam aktivitas penelitian,” ujarnya.
Saat ini, tim pemugaran yang terdiri dari 100 peneliti multidisiplin mulai merekonstruksi posisi dan letak batuan di permukaan tanah.
Sebelumnya, ekskavasi dilakukan secara manual pada kedalaman dua hingga delapan meter di seluruh teras situs.
“Dari hasil ekskavasi belasan kotak gali, di kedalaman empat meter ditemukan susunan batuan dan fragmen logam yang kemungkinan perunggu, serta tembikar,” jelas Ali.
Temuan ini semakin mempertegas bahwa Gunung Padang merupakan karya budaya manusia, bukan sekadar fenomena alam.
Dengan temuan susunan batuan, fragmen logam, dan tembikar, Situs Gunung Padang semakin diyakini sebagai peninggalan budaya manusia purba. (kmp/nur)
Editor : Nurista Purnamasari