RADAR SURABAYA — Persebaya Surabaya menargetkan tiga poin saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC pada lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Jumat (27/11) sore.
Laga ini menjadi spesial karena mempertemukan Green Force dengan mantan pelatih mereka, Paul Munster.
Persebaya datang tanpa pelatih kepala dan sementara dipimpin oleh Uston Nawawi yang berperan sebagai caretaker. Meski persiapan berlangsung singkat, Uston menegaskan bahwa tim tetap membidik kemenangan.
“Setelah laga melawan Arema, kami meliburkan diri. Kami memiliki persiapan dua sampai tiga hari,” ujar Uston dalam konferensi pers, Kamis (27/11).
Ia menilai jadwal mepet bukan kendala besar karena Bhayangkara juga menghadapi situasi serupa.
“Waktunya memang tidak banyak, tetapi Bhayangkara juga sama. Saya kira semua pemain siap untuk menghadapi Bhayangkara FC,” jelasnya.
Selain mempersiapkan taktik, duel ini juga mempertemukan Persebaya dengan mantan arsitek mereka, Paul Munster, yang kini menangani Bhayangkara. Uston menyebut pihaknya telah menganalisis kekuatan dan kelemahan lawan.
“Coach Paul dan beberapa mantan pemain Persebaya ada di sana. Seperti biasa, kami saling mempelajari. Kami sudah menyiapkan semua di Surabaya,” ujarnya.
Secara klasemen sementara, Bhayangkara berada di posisi ketujuh, satu tingkat di atas Persebaya yang kini menempati urutan kedelapan.
Pemain Persebaya, Catur Pamungkas, memastikan tim tetap fokus pada performa sendiri demi hasil terbaik.
“Yang terpenting kami fokus pada permainan kami sendiri. Tidak perlu memikirkan permainan lawan agar bisa tampil maksimal,” tegasnya.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan