Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menag Nasaruddin Umar Dorong Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah se-Jawa Timur

Rahmat Sudrajat • Jumat, 28 November 2025 | 01:00 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Menteri Agama Nasaruddin Umar.

RADAR SURABAYA — Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong penguatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di seluruh madrasah di Jawa Timur.

Penegasan itu disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah Aliyah (MA), dan Wakil Kepala Kurikulum MA yang digelar Kanwil Kemenag Jawa Timur di Surabaya.

Sebagai penggagas KBC, Nasaruddin memaparkan arah kebijakan, konsep, dan landasan filosofis kurikulum yang kini mulai diimplementasikan di berbagai madrasah.

Ia menekankan pentingnya pendidikan berbasis cinta untuk membangun generasi yang unggul secara intelektual, spiritual, dan emosional.

“Madrasah memiliki paket pembelajaran yang lebih lengkap. Sekolah mempelajari alam fisik, sementara madrasah mempelajari fisika sekaligus metafisika, yakni alam syahadat dan alam gaib,” ujar Nasaruddin, Kamis (27/11).

Ia menambahkan bahwa pembelajaran di madrasah tidak hanya fokus pada logika, tetapi juga intuisi serta kedalaman spiritual.

Nasaruddin bahkan menyebut madrasah sebagai “bengkel spiritual” yang mengajarkan ilmu langit dan dimulai dengan pembersihan batin sebelum proses ta’lim.

Menurutnya, guru madrasah idealnya memulai, menjalankan, dan menutup pembelajaran dengan doa.

“Ukuran keberhasilan madrasah tidak hanya capaian akademik. Di sekolah umum, indikatornya nilai dan orientasinya dunia. Di madrasah, indikatornya adalah sikap atau attitude dengan orientasi dunia sekaligus akhirat,” tegasnya.

Dalam penjelasan ontologis, ia menyebut madrasah memiliki ukuran formal dan usuli yang berpuncak pada ilmul yaqin, sedangkan pesantren memiliki ukuran nonformal hingga mencapai ‘ainul yaqin.

Karena itu, ia mengajak pendidik untuk lebih kritis dan peka membaca perubahan zaman di era post-truth.

“Cinta sebagai pusat Kurikulum Berbasis Cinta merupakan buah dari proses panjang yang berkaitan dengan ekoteologi dan hubungan manusia sebagai mikrokosmos dengan alam semesta,” jelasnya.

Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal itu juga menegaskan bahwa guru madrasah tidak hanya bertugas sebagai pengajar, tetapi juga pembimbing spiritual.

“Harapannya, semua dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai KBC di madrasah masing-masing,” ucapnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, meminta peserta Bimtek mengimplementasikan prinsip KBC secara nyata agar pembelajaran di madrasah tidak hanya menonjolkan aspek akademik, tetapi juga karakter, spiritualitas, dan nilai kemanusiaan.

“Komitmen ini menjadi langkah menghadirkan madrasah unggul yang berbasis cinta dan akhlak mulia sebagai kontribusi bagi pembangunan pendidikan nasional,” tuturnya.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan materi di hadapan kepala sekolah, guru, dan pengawas madrasah se-Jawa Timur di Surabaya.(rmt) 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Madrasah #Kanwil Kemenag Jawa Timur #Menteri Agama (Menag) #KBC #Kurikulum berbasis Cinta #nasaruddin umar