RADAR SURABAYA - Pemerintah kembali memastikan pelaksanaan program mudik gratis bagi masyarakat pada periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Program ini digelar untuk mendukung kelancaran arus perjalanan sekaligus menekan risiko kecelakaan, terutama bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor.
Kebijakan tersebut dikoordinasikan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan menyediakan fasilitas transportasi darat, laut, dan kereta api untuk mengangkut masyarakat serta sepeda motor ke berbagai daerah tujuan.
Wakil Menteri Perhubungan Suntana mengatakan, skema mudik gratis tahun ini akan mengikuti pola yang telah dijalankan tahun lalu.
“Seperti tahun lalu, pemerintah melaksanakan mudik gratis bagi masyarakat, baik yang menggunakan bus di beberapa terminal maupun saudara-saudara kita yang akan naik motor. Nanti ada kereta api dan pelabuhan yang akan mengangkut motor ke wilayah-wilayah tertentu untuk mengurangi kecelakaan di perjalanan,” ujarnya, dikutip, Kamis (27/11).
Terkait kuota, pemerintah masih melakukan finalisasi. Namun, Suntana memastikan kapasitas yang disediakan akan lebih besar dari tahun sebelumnya.
Pada Nataru 2024, program mudik gratis Kemenhub menyediakan kapasitas total 38.772 penumpang dan 2.320 unit sepeda motor melalui moda bus, kapal laut, dan kereta api.
Selain pemerintah pusat, sejumlah BUMN dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan menggelar program mudik gratis.
“Jumlahnya tentu akan kita umumkan secara resmi. Saya yakin selain dilaksanakan oleh pemerintah, teman-teman dari BUMN juga akan melakukan yang sama termasuk dari Gubernur DKI Jakarta. Tapi jumlahnya pasti akan lebih banyak dibandingkan tahun lalu,” kata Suntana.
“Program mudik gratis ini bukan hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga bagian dari upaya pemerintah menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor,” imbuhnya.
Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho memprediksi puncak arus mudik Natal dan tahun baru (Nataru) terjadi pada dua waktu.
Irjen Agus menilai prediksi ini dapat berubah bila terjadi kebijakan work from anywhere (WFA) atau work from home (WFH) dari pemerintah.
Hal itu disampaikan Kakorlantas dalam rapat bersama Komisi III DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11).
Irjen Agus mengatakan, prediksi puncak arus akan terjadi pada 20 dan 24 Desember 2025. "Prediksi puncak itu ada dua kali. Prediksi puncak mudik pertama, itu tanggal 20 (Desember), dan prediksi puncak mudik kedua Operasi Lilin itu adalah tanggal 24 (Desember)," ucap Irjen Agus.
Kendati demikian, Irjen Agus mengatakan prediksi tersebut dapat berubah jika diterapkannya kebijakan WFA dan WFH pada 22, 23, atau 24 Desember 2025. Menurutnya, bila terdapat kebijakan itu, pengendara akan lebih dulu meninggalkan Jakarta.
"Ketika nanti kami rapat dengan kementerian dan lembaga di tanggal 22, 23, 24, itu (kalau) nanti ada work from anywhere, atau mungkin work from home, itu juga nanti bisa bergeser, karena nanti rangkaian untuk pergeseran yang menuju ke Trans Jawa dan menuju ke Merak Lampung itu mungkin akan mendahului," paparnya.
Sementara puncak arus balik juga diprediksi terjadi dua kali. Yakni pada 28 Desember 2025 dan 4 Januari 2026. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari