RADAR SURABAYA — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memperkuat posisi Indonesia dalam industri semikonduktor melalui kolaborasi dengan Arizona State University (ASU), Amerika Serikat.
Kerja sama ini diwujudkan dalam Semiconductor Venture Accelerator Competition, yang menekankan inovasi mahasiswa dan solusi teknologi nyata untuk sektor semikonduktor.
Wakil Rektor III ITS, Imam Baihaqi, menyampaikan bahwa semikonduktor menjadi material krusial dalam berbagai perangkat elektronik.
“Kompetisi ini kami inisiasi untuk mendorong mahasiswa berinovasi sekaligus menumbuhkan jiwa wirausaha,” katanya, Rabu (26/11).
Ajang ini menghadirkan delapan finalis terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Para peserta mempresentasikan inovasi yang dikembangkan dari permasalahan nyata di industri semikonduktor.
“Setiap solusi yang diajukan berbasis pada tantangan nyata, memanfaatkan teknologi semikonduktor untuk hasil maksimal,” jelas Imam.
Konsul Jenderal AS di Surabaya, Christopher R. Green, mengapresiasi langkah ini. “Kegiatan ini menunjukkan kepedulian generasi muda terhadap isu penting global,” tuturnya.
Pemenang kompetisi adalah Riva Rizkiana Ramadhani, mahasiswa Departemen Teknik Fisika ITS, dengan inovasi SusTech-ID, alat pendeteksi berbagai jenis emisi untuk mendukung penurunan emisi global.
Selain kompetisi, kegiatan juga diisi diskusi strategi kemitraan untuk membangun ekosistem industri semikonduktor nasional yang berkelanjutan.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan