Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Longsor dan Banjir Bandang di Sumut Tewaskan 11 Orang

Nurista Purnamasari • Kamis, 27 November 2025 | 01:25 WIB

Banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
Banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatera Utara.

RADAR SURABAYA - Bencana tanah longsor dan banjir bandang melanda enam kabupaten/kota di Sumatera Utara pada Selasa (25/11), 11 orang dilaporkan meninggal, 38 warga luka, dan sejumlah lainnya masih hilang.

Data Polda Sumut mencatat sebanyak 2.393 kepala keluarga terdampak, dengan 445 warga harus mengungsi.

Sejumlah akses jalan utama tertutup material longsor dan genangan banjir, membuat proses evakuasi berlangsung sulit.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan seluruh kekuatan dikerahkan untuk membantu warga.

“Evakuasi, pencarian korban, hingga pembukaan akses jalan dilakukan tanpa henti. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera menghubungi petugas jika membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Berdasarkan laporan, terdapat 20 kejadian bencana di Sumut, terdiri dari 12 tanah longsor, 7 banjir, dan 1 pohon tumbang.

Wilayah terdampak meliputi Tapanuli Tengah, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Kota Sibolga, dan Nias.

Di Batangtoru, enam jasad korban banjir bandang ditemukan di tiga desa perbatasan Tapanuli Selatan dengan Tapanuli Tengah, yakni Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol. Hingga kini, sebagian besar korban belum dikenali pihak keluarga.

Kota Sibolga menjadi daerah paling parah dengan enam titik longsor yang menelan korban jiwa serta merusak belasan rumah.

Di Tapanuli Tengah, banjir sejak 17–22 November berdampak pada 1.902 KK dan memaksa puluhan warga mengungsi.

Polri bersama BPBD, Basarnas, TNI, dan relawan terus melakukan pencarian terhadap enam warga yang masih hilang.

Polda Sumut juga mengerahkan empat kompi Brimob, peleton Samapta, tim Dokkes, dan tim Bid TI untuk memperkuat penanganan di lapangan.

“Kami memastikan seluruh langkah yang dilakukan merupakan bentuk komitmen kepolisian untuk melindungi masyarakat dan memastikan penanganan bencana berlangsung cepat, terkoordinasi, dan efektif,” kata Kombes Pol Ferry.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca di Sumatera Utara, Rabu (26/11).

Hujan deras yang mengguyur Tapanuli selama tiga hari terakhir diprediksi masih berlanjut dengan intensitas tinggi, disertai angin kencang.

Kondisi ini membuat masyarakat di wilayah rawan longsor dan banjir diminta tetap waspada, sementara aparat terus berupaya memastikan evakuasi, pencarian korban, dan distribusi bantuan berjalan optimal. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#banjir bandang #sumatera utara #banjir sumut #tanah longsor #tapanuli selatan