Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bukan Lagi Tokyo, Ini Kota di Indonesia yang Jadi Terpadat di Dunia Versi PBB

Nurista Purnamasari • Rabu, 26 November 2025 | 12:20 WIB
Jakarta dinobatkan PBB menjadi kota metropolitan terpadat di dunia dengan 42 juta penduduk.
Jakarta dinobatkan PBB menjadi kota metropolitan terpadat di dunia dengan 42 juta penduduk.

RADAR SURABAYA - Tokyo dengan jumlah penduduk lebih dari 37 juta selama bertahun-tahun menduduki peringkat pertama sebagai kota terpadat di dunia versi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Namun kini, posisi itu sudah digeser oleh kota di Indonesia. Kini, Jakarta dinobatkan sebagai kota metropolitan terpadat di dunia dengan jumlah penduduk mencapai 42 juta jiwa.

Dalam laporan Divisi Kependudukan Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB yang dikutip ABC, Selasa (25/11), Jakarta berada di peringkat pertama, disusul Dhaka dengan hampir 40 juta penduduk.

Tokyo kini turun ke posisi ketiga dengan 33 juta penduduk akibat stagnasi pertumbuhan dan krisis populasi.

Direktur Rujak Centre for Urban Studies, Elisa Sutanudjaja, menilai penobatan Jakarta sebagai kota terpadat bukan hal mengejutkan.

“Jumlah penduduk wilayah metropolitan Jakarta sudah melampaui Tokyo sejak beberapa tahun lalu. Laporan PBB ini menegaskan masalah kota megapolitan Jakarta semakin mendesak,” ujarnya.

Dengan populasi yang begitu besar, Jakarta menghadapi tantangan klasik kota raksasa dunia, mulai dari kemacetan, polusi, hingga banjir. Koordinasi antarwilayah di Jabodetabek yang kerap tidak berjalan mulus membuat persoalan semakin kompleks.

Untuk mengurangi tekanan, pemerintah Indonesia sejak 2019 telah mengumumkan rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur dengan membangun Ibu Kota Nusantara (IKN).

Namun, pembangunan kota baru itu masih dibayangi prediksi menjadi “kota hantu” jika tidak dikelola dengan baik.

PBB mencatat bahwa pada 2025, sekitar 45 persen dari populasi dunia yang berjumlah 8,2 miliar tinggal di kota.

Jumlah megacity berpenduduk lebih dari 10 juta jiwa meningkat pesat, dari hanya delapan kota pada 1975 menjadi 33 kota pada 2025, dengan 19 di antaranya berada di Asia.

Menurut Kepala Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial PBB, Li Junhua, urbanisasi adalah kekuatan penentu zaman.

“Jika dirancang secara inklusif dan terkoordinasi, kota dapat membuka peluang baru bagi aksi iklim, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan sosial,” katanya.

Dengan status baru sebagai kota terpadat di dunia, Jakarta menghadapi tantangan besar dalam mengelola urbanisasi.

PBB menekankan bahwa pertumbuhan kota harus diimbangi dengan kebijakan inklusif dan terkoordinasi agar tidak menimbulkan krisis sosial maupun lingkungan. (abc/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#tokyo #jakarta #indonesia #pbb #urbanisasi #kota terpadat di dunia #penduduk