RADAR SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait meningkatnya curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia pada periode Dasarian III November 2025. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa beberapa daerah diprediksi memasuki fase curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Menurut BMKG, wilayah yang berstatus Siaga akibat curah hujan tinggi meliputi sebagian daerah di Yogyakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Kondisi ini perlu diwaspadai karena intensitas hujan yang meningkat dapat memicu banjir, genangan, hingga tanah longsor.
Di Jawa Timur, dua kabupaten diperkirakan mengalami potensi banjir kategori tinggi pada periode yang sama, yakni Banyuwangi dan Jember. BMKG mengingatkan pemerintah daerah serta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah rawan banjir dan daerah yang berada di sepanjang aliran sungai.
Untuk prakiraan bulanan, BMKG memprediksi pada Desember 2025 sejumlah wilayah akan berada pada kondisi potensi banjir kategori tinggi. Daerah tersebut meliputi sebagian wilayah Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Tenggara, hingga Papua Tengah.
Teuku Faisal Fathani menyatakan bahwa saat ini sekitar 73 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, mewaspadai potensi banjir dan longsor, serta rutin membersihkan saluran air.
Masyarakat juga disarankan menghindari aktivitas luar ruangan saat hujan lebat disertai petir, dan terus memantau informasi cuaca serta iklim melalui kanal resmi BMKG. (*)
Editor : Lambertus Hurek