RADAR SURABAYA – Upaya mengatasi sampah plastik di Surabaya mendapat energi baru melalui kolaborasi antara mahasiswa Petra Christian University (PCU) dan warga Kelurahan Siwalankerto.
Mereka mengembangkan edible plastic dan ecobricks, dua inovasi ramah lingkungan yang kini semakin banyak digunakan sebagai alternatif pengurangan limbah plastik.
Sampah plastik dikenal membutuhkan waktu terurai yang sangat lama—kantong plastik dapat membutuhkan waktu 10 hingga 1.000 tahun, sedangkan botol plastik sekitar 450 tahun.
Kondisi ini menjadi latar belakang lahirnya program pengabdian masyarakat yang digagas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) PCU.
Ketua Panitia, Marcell Nathaniel Julian, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti 43 kelompok mahasiswa dan warga.
Mereka belajar membuat edible plastic menggunakan tepung tapioka, gliserol, dan air yang dipanaskan hingga menjadi lembaran plastik alami.
“Edible plastic ini aman digunakan untuk wadah teh, kopi, atau gula, lalu langsung diseduh,” ujar Marcell, Minggu (23/11).
Selain itu, peserta juga memproduksi ecobricks, yakni botol plastik bekas yang diisi sampah plastik hingga padat dan kemudian disusun menjadi pot atau media tanam.
Produk ecobricks tersebut diberikan kepada warga di Gang Pisang, kawasan padat penduduk yang minim ruang terbuka hijau.
Menurut Marcell, kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga mendorong gaya hidup ramah lingkungan.
“Kami berharap warga dapat terus mempraktikkan pembuatan edible plastic dan ecobricks, sehingga tercipta budaya pengelolaan sampah yang lebih baik,” tutupnya.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan