RADAR SURABAYA – Tahta suci menetapkan pemimpin baru untuk Keuskupan Larantuka NTT. Paus Leo XIV menunjuk Romo Yohanes Hans Monteiro sebagai uskup. Pengumuman itu disampaikan Uskup Larantuka Mgr Frans Kopong Kung dalam ibadat vesper di Gereja Katedral Larantuka, Sabtu petang (22/11).
Begitu pengumuman dibacakan, suasana dalam katedral berubah haru. Jemaat memberikan tepuk tangan panjang untuk Romo Hans, imam diosesan yang dikenal dekat dengan umat dan lama berkarya di bidang formasi calon imam.
Sesuai ketentuan kanonik, sejak pengumuman itu Keuskupan Larantuka masuk masa takhta lowong atau sede vacante hingga penahbisan uskup baru. Vatikan langsung menunjuk Mgr Frans sebagai administrator apostolik selama masa transisi tersebut.
“Mulai sekarang saya resmi jadi uskup emeritus. Tadinya saya pikir saya pensiun. Tapi tadi pagi saya dapat surat, ternyata ditunjuk sebagai administrator apostolik keuskupan,” kata Mgr Frans, disambut tepuk tangan ratusan jemaat yang memenuhi katedral.
Monsinyur Frans memang telah berusia 75 tahun. Sesuai aturan gereja universal, ia sebelumnya mengajukan pengunduran diri kepada Takhta Suci. Penunjukan Romo Hans menjadi jawaban Vatikan atas proses tersebut.
Sementara itu, Romo Hans mengaku tidak menyangka dipercaya Paus Leo XIV menjadi uskup Larantuka. Selama 26 tahun menjadi imam, ia hanya lima tahun berkarya di Keuskupan Larantuka.
Selebihnya pastor asal Kota Larantuka itu bertugas di luar keuskupan, terutama sebagai dosen dan formatur calon imam di Seminari Tinggi Ritapiret, Flores.
“Ini semua karunia Tuhan. Saya mohon agar umat selalu mendampingi saya dalam doa,” pintanya singkat.
Umat di Larantuka menyambut gembira keputusan itu dan berharap kepemimpinan baru mampu meneruskan pelayanan pastoral yang selama ini dirintis Mgr Frans. (*)
Editor : Lambertus Hurek