RADAR SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir (rob) yang dapat terjadi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk pesisir Surabaya dan sekitarnya, pada periode 17 November sampai 3 Desember 2025.
Dalam keterangannya, BMKG menjelaskan bahwa fenomena Fase Bulan Baru pada 20 November 2025 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum dan memicu terjadinya rob di kawasan pesisir.
Secara astronomis, fase bulan baru atau new moon terjadi ketika bulan berada di antara matahari dan bumi, sehingga sisi yang menghadap ke bumi tidak menerima cahaya matahari dan tampak gelap. Pada fase ini, gaya tarik bulan terhadap massa air laut mencapai kondisi maksimum, menyebabkan pasang laut lebih tinggi dari biasanya.
Di Surabaya, potensi rob diperkirakan dapat berdampak lebih signifikan karena bertepatan dengan awal musim hujan. Jika pasang laut maksimum terjadi bersamaan dengan hujan deras, genangan berpotensi meluas dan bertahan lebih lama karena air hujan tidak bisa mengalir ke laut secara optimal.
Kondisi ini perlu diwaspadai terutama oleh warga di kawasan yang selama ini rutin terdampak rob, seperti Kalianak, Greges, Tambak Sarioso, Kalimas Baru, Bulak, Kenjeran, dan wilayah Pantai Timur Surabaya atau Pamurbaya.
Warga di kawasan pesisir diimbau untuk memantau perkembangan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan yang dapat mengganggu aktivitas harian.
Pemerintah daerah juga diharapkan menyiapkan langkah-langkah mitigasi, termasuk memastikan kesiapan pompa air, memeriksa kondisi drainase, serta menyiagakan petugas jika curah hujan tinggi terjadi bersamaan dengan pasang maksimum. (*)
Editor : Lambertus Hurek