RADAR SURABAYA - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochammad Irfan Yusuf menyoroti permasalahan kesehatan jemaah haji Indonesia. Hal ini disampaikan saat mengunjungi Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) di Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya.
Menteri yang akrab disapa Gus Irfan itu menjelaskan bahwa istithaah (kemampuan) kesehatan jemaah haji tahun 2025 mendapatkan catatan dari Kementerian Haji Arab Saudi karena dianggap kurang memenuhi standar. "Sebetulnya kita punya standar, tetapi dengan berbagai alasan tidak dilaksanakan dengan baik,” katanya di Surabaya.
Karena itu, ia meminta petugas pusat kesehatan haji, terutama di puskesmas, untuk menerapkan standar kesehatan secara penuh. Tidak ada lagi pengecualian jemaah yang berangkat tidak siap kesehatan karena taruhannya besar.
“Kalau tahun mendatang diulang lagi, tidak sehat, maka kuota kita berkurang. Itu menjadi catatan kita," tegasnya.
Terkait kuota haji, Gus Irfan menjelaskan bahwa penetapan kuota saat ini berbasis waiting list. Hal ini menyebabkan penurunan waktu tunggu jemaah haji secara nasional.
"Maka, jemaah haji secara nasional turun. Yang semula 35 tahun di Jatim akan rata menjadi 26,4 tahun. Yidak ada lagi 35 tahun hingga 48 tahun," pungkasnya. (rmt/rak)
Editor : Lambertus Hurek