Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tragedi Bullying di SMPN 19 Tangsel, Siswa Meninggal Dunia Diduga Usai Alami Kekerasan

Nurista Purnamasari • Senin, 17 November 2025 | 17:05 WIB
Waki Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan melayat di pemakaman siswa SMPN 19 Tangsel, MH yang diduga menjadi korban perundungan, Minggu (16/11).
Waki Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan melayat di pemakaman siswa SMPN 19 Tangsel, MH yang diduga menjadi korban perundungan, Minggu (16/11).

RADAR SURABAYA - Dunia pendidikan kembali diguncang kabar duka. Seorang siswa SMPN 19 Kota Tangerang Selatan berinisial MH, 13, meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu (16/11).

MH diduga menjadi korban bullying sejak awal masuk sekolah. Tragedi ini menimbulkan keprihatinan luas, memicu sorotan publik, dan mendorong aparat kepolisian serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turun tangan.

Kronologi Kejadian

Menurut keterangan keluarga, MH sudah mengalami perundungan sejak masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

Bentuk bullying yang dialami termasuk kekerasan fisik, seperti dipukul dengan kursi oleh teman sekelasnya.

Kondisi MH semakin memburuk hingga harus dirawat intensif di ruang ICU RS Fatmawati sebelum akhirnya meninggal dunia.

Pendamping hukum keluarga korban dari LBH, Alvian, mengonfirmasi kabar duka tersebut. “Korban sudah tidak ada. Ini saya lagi otw RS,” kata Alvian saat menerima kabar meninggalnya MH.

Kasus ini memicu sorotan publik terhadap praktik bullying di sekolah. Keluarga korban menilai pihak sekolah dan keluarga terduga pelaku belum menunjukkan tanggung jawab penuh meski sempat dilakukan mediasi.

Kepala Seksi Humas Polres Tangsel, AKP Agil, menyampaikan pihaknya turut berduka cita dan berkomitmen menangani kasus ini secara profesional.

“Kapolres Tangerang Selatan menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya dan akan menangani perkara tersebut secara profesional,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, langsung menuju rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa dan memastikan tindak lanjut dari kasus ini.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan kepolisian dan KPAI untuk memastikan kasus ini ditangani secara serius.

“Kami tidak ingin ada lagi anak-anak yang menjadi korban bullying. Kasus ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik sekolah maupun orang tua, untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis anak,” ujar Deden Deni.

Bullying di sekolah masih menjadi masalah serius di Indonesia. Data KPAI menunjukkan bahwa kasus perundungan di lingkungan pendidikan terus meningkat setiap tahun.

Bentuk bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga verbal dan psikologis, yang dapat berdampak panjang pada kesehatan mental anak.

Kasus MH menambah daftar panjang korban bullying yang berujung tragis. Publik menilai perlunya sistem pengawasan lebih ketat di sekolah, termasuk program pencegahan bullying yang melibatkan guru, orang tua, dan siswa.

Meninggalnya MH, siswa SMPN 19 Tangsel, diduga akibat bullying menjadi peringatan keras bagi dunia pendidikan.

Kasus ini menegaskan bahwa bullying masih menjadi ancaman serius di lingkungan sekolah. Publik berharap tragedi ini menjadi momentum bagi sekolah dan pemerintah untuk memperkuat sistem pencegahan bullying, membangun lingkungan belajar yang aman, serta melindungi anak-anak dari ancaman kekerasan fisik maupun psikologis. (net/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#tangerang selatan #bullying #korban bullying #meninggal dunia #SMPN 19 Tangsel #Perundungan #Siswa Korban Bullying