RADAR SURABAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan tinggi bakal melanda sebagian wilayah Jawa Timur pada Dasarian II November 2025. Sejumlah daerah masuk kategori waspada hingga awas karena potensi hujan lebat yang dapat memicu banjir maupun longsor.
Dalam rilis terbarunya, BMKG menyebut beberapa wilayah di Jatim diproyeksikan mengalami peningkatan intensitas hujan seiring makin luasnya area yang telah masuk musim hujan. Sejumlah kabupaten/kota yang selama satu pekan terakhir mulai diguyur hujan deras berpotensi terdampak lebih besar.
BMKG juga menegaskan potensi banjir kategori tinggi pada periode dasarian ini terjadi di sebagian wilayah Jatim, khususnya daerah yang memiliki topografi rendah atau berada di sekitar aliran sungai besar. Kondisi itu diperkuat dengan prediksi curah hujan harian yang meningkat tajam.
Untuk gambaran bulanan, pada November 2025 ini sebagian wilayah Jatim kembali dicatat memiliki potensi banjir kategori tinggi. Ancaman tersebut serupa dengan daerah-daerah lain di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang telah memasuki puncak awal musim hujan.
Menurut dia, sekitar 55 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. Karena itu, warga Jatim diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di kawasan rawan banjir dan longsor.
BMKG juga meminta masyarakat rutin membersihkan saluran air di lingkungan rumah, menghindari aktivitas luar ruangan saat hujan lebat disertai petir, serta terus memantau informasi cuaca resmi melalui kanal InfoBMKG.
Kewaspadaan penting mengingat tren intensitas hujan di awal musim kerap meningkat cepat. BMKG menekankan bahwa pemantauan berkala masyarakat dan pemerintah daerah bisa menekan risiko bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi pada November–Desember. (*)
Editor : Lambertus Hurek