Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Arderio Hukom Akan Gandeng Swasta untuk Majukan Olahraga Surabaya

Andy Satria • Jumat, 14 November 2025 | 06:23 WIB
Bakal Calon Ketua KONI Surabaya, Arderio Hukom, berjanji menggandeng sektor swasta lewat dana CSR untuk mendukung pembinaan atlet dan industri olahraga di Kota Pahlawan.
Bakal Calon Ketua KONI Surabaya, Arderio Hukom, berjanji menggandeng sektor swasta lewat dana CSR untuk mendukung pembinaan atlet dan industri olahraga di Kota Pahlawan.

RADAR SURABAYA — Bakal Calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surabaya, Arderio Hukom, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan perubahan dalam pengelolaan olahraga di Kota Pahlawan.

Salah satu langkah utamanya ialah menggandeng sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) guna memperkuat pembinaan atlet dan pengembangan industri olahraga di Surabaya.

Hal itu disampaikan Arderio dalam kegiatan Sambung Roso bersama puluhan pengurus cabang olahraga (cabor) se-Kota Surabaya, Kamis (13/11/2025) malam. 

“Saya tidak memikirkan siapa mendukung siapa. Saya lebih ingin mengenal teman-teman cabor. Karena pepatah bilang, tak kenal maka tak sayang. Jadi melalui Sambung Roso ini saya ingin mendengar langsung keluh kesah mereka,” ujarnya.

Menurutnya, setiap cabang olahraga memiliki tantangan berbeda. Karena itu, KONI Surabaya ke depan perlu membangun sistem pembinaan yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemandirian.

“Kalau prestasi olahraga Surabaya ini diutak-atik bisa kualat, Mas. Jadi saya tidak akan mengubah fondasinya, hanya mempercantik dan memperkuat iklim olahraga agar lebih sehat, profesional, dan berdaya saing,” imbuhnya.

Hapus Iuran Cabor, Fokus Buka Akses CSR

Salah satu program unggulan yang ditawarkan Arderio ialah penghapusan iuran bulanan bagi pengurus cabang olahraga. Sebagai gantinya, ia berencana mencari dukungan dana dari perusahaan-perusahaan melalui skema CSR olahraga Surabaya.

“Saya siap membuka akses CSR dan siap ‘nyeles’ atau ‘ngamen’ untuk mencari dana pembinaan olahraga. Tapi saya tidak bisa bekerja sendiri, semua pengkot harus ikut bergerak agar hasilnya maksimal,” tegasnya.

Arderio juga menilai bahwa peran swasta sangat penting dalam memperkuat ekosistem olahraga. Ia berharap KONI Surabaya bisa menjadi penghubung antara dunia usaha dan dunia olahraga, sehingga pembinaan atlet tidak hanya bergantung pada APBD.

 “Kalau semua pengkot bisa duduk bareng, bukan sekadar kerja sama-sama, tapi bekerja bersama, hasilnya pasti lebih baik. Kita bisa mengetuk pintu pemerintah dan para pengusaha yang peduli terhadap olahraga,” jelasnya.

Surabaya Sport Show: Sinergi Olahraga dan Industri

Selain soal pendanaan, Arderio memperkenalkan konsep Surabaya Sport Show (Triple S), yaitu ajang pameran olahraga mirip travel fair yang akan menampilkan berbagai cabang olahraga, komunitas, hingga produk industri olahraga lokal.

“Konsepnya seperti pameran olahraga di mal. Semua cabor bisa tampil, masyarakat bisa mengenal lebih banyak jenis olahraga, dan pelaku industri lokal seperti apparel, sepatu, atau perlengkapan bisa ikut. Fokusnya tetap untuk warga Surabaya,” paparnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah promosi olahraga sekaligus memperkuat hubungan antara pelaku olahraga, pemerintah, dan sektor swasta.

Dukungan Mengalir dari IMI Surabaya

Dukungan terhadap Arderio Hukom terus menguat. Salah satunya datang dari Sekretaris Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Surabaya, Samsurin, yang menilai Arderio membawa visi baru dalam membangun kemandirian olahraga Surabaya.

“KONI Surabaya ke depan butuh figur dengan visi jelas dan kemampuan menjembatani dunia olahraga dengan dunia industri.

Mas Arderio punya arah yang positif, terutama soal pengembangan ekosistem olahraga berbasis industri,” ujar Samsurin. 

Menurut Samsurin, potensi dana CSR di Surabaya sangat besar. Tercatat, perusahaan-perusahaan di kota ini setiap tahun menyalurkan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) mencapai Rp312 miliar, namun belum banyak diarahkan ke sektor olahraga.

“Padahal Surabaya ini gudangnya atlet. Banyak atlet nasional lahir dari kota ini, tapi dana CSR belum banyak menyentuh pembinaan olahraga,” ungkapnya.

Samsurin menilai, selama ini pembiayaan olahraga di Surabaya masih terlalu bergantung pada APBD, dengan alokasi sekitar Rp42 miliar per tahun.

Menurutnya, jika potensi CSR bisa dioptimalkan, KONI dapat mandiri dan lebih berkelanjutan.

“Kalau bisa mandiri lewat CSR, kenapa harus bergantung pada APBD? Kalau Rp312 miliar itu separuhnya saja dialokasikan untuk olahraga, separuh lagi untuk pendidikan dan kepemudaan, itu akan jauh lebih seimbang,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengurus cabang olahraga memiliki peran penting dalam membina dan menemukan bibit atlet berprestasi.

Karena itu, kepemimpinan KONI ke depan harus mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor dan dia optimistis Arderio bisa mewujudkan itu.(sam) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Kota Surabaya #koni #Corporate Social Responsibility #Sambung Roso #Bakal Calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia #csr