RADAR SURABAYA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Prof. Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam memperkuat riset, inovasi, dan pembentukan karakter guna mendukung pembangunan nasional.
Hal itu disampaikan saat memberikan orasi ilmiah di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Kamis (13/11).
Dalam paparannya, Prof. Rachmat mengajak civitas academica untuk merefleksikan kembali arah dan kontribusi pendidikan tinggi terhadap masa depan bangsa.
Ia menekankan bahwa kampus bukan hanya tempat lahirnya ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan nilai dan moral kebangsaan.
“Ketika kita berbicara tentang masa depan pendidikan tinggi, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang masa depan bangsa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Rachmat menguraikan fokus RPJMN 2025–2029 yang menekankan peningkatan akses pendidikan tinggi, relevansi kurikulum, mutu pembelajaran, serta penguatan riset dan inovasi.
Namun, ia menyoroti masih adanya tantangan dalam mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki Indonesia.
“Indonesia memiliki potensi luar biasa—lebih dari 320 ribu dosen, 8 ribu peneliti, dan 9 juta mahasiswa yang setiap tahun menghasilkan riset dan inovasi.
Tantangan kita adalah bagaimana mengorkestrasi seluruh potensi ini agar benar-benar menyentuh kebutuhan pembangunan,” jelasnya.
Menteri PPN itu juga memberikan apresiasi kepada Universitas Airlangga atas kontribusinya di berbagai bidang strategis, terutama riset kesehatan yang dihasilkan melalui kolaborasi dengan RSUD Dr. Soetomo dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Unair menunjukkan bagaimana riset dapat diterjemahkan menjadi kebermanfaatan. Ini bukan hanya prestasi akademik, tetapi juga kontribusi langsung bagi pembangunan daerah dan nasional,” tuturnya.
Selain di bidang kesehatan, Prof. Rachmat juga menyoroti kiprah Unair dalam pengembangan ekonomi biru, teknologi akuakultur berbasis IoT,
serta penguatan ekosistem startup riset yang dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa dengan reputasi global dan kapasitas riset yang kuat, Universitas Airlangga dapat terus berperan aktif dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi lintas disiplin dan budaya akademik yang unggul.
“Saya yakin Unair memiliki semua prasyarat untuk menjadi motor penggerak riset nasional yang berdampak luas,” pungkasnya.
Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi seperti Unair diharapkan mampu memperkuat sinergi riset dan inovasi untuk menjawab tantangan pembangunan, sekaligus mencetak generasi akademik yang relevan dengan kebutuhan zaman.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan