Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kemenkraf Komitmen Membantu Sineas Muda Daerah Membuat Film Berkualitas

Nofilawati Anisa • Kamis, 13 November 2025 | 04:33 WIB
Riwud Mujirahayu
Riwud Mujirahayu

RADAR SURABAYA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) mempunyai komitmen untuk terus memajukan pengembangan ekonomi kreatif, salah satunya adalah film.

Tenaga Ahli Menteri Ekonomi Kreatif Bidang Perencanaan Keuangan dan Program Riwud Mujirahayu mengatakan, terkait dengan industri perfilman nasional, Kemenkraf membantu, membimbing dan menfasilitasi sineas muda untuk berkolaborasi, meningkatkan, memproduksi film pendek atau film yang durasinya lama.

“Kementerian kita punya komitmen untuk terus memajukan film. Selain film, juga ada program pengembangan kuliner, fashion, kriya serta ada beberapa subsektor yang dikembangkan,” kata Riwud saat menghadiri kegiatan "Bicara Film: Merayakan Kearifan Lokal lewat Sinema" yang dihelat di City of Tomorrow (Cito) Surabaya, Rabu (12/11).

Ia menjelaskan, Kemenkraf berkolaborasi dengan heksahelik, mulai dafri pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Kemudian ada media, komunitas hingga lembaga-lembaga terkait yang berhubungan dengan pengembangan ekonomi kreatif.

“Karena kita tahu ekonomi kreatif tumbuh kembang dari daerah. Karena itu, kami dari Jakarta ke Surabaya ini dalam rangka menfasilitasi sineas muda kita agar terus berkarya. Kemudian meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi untuk film-film, khusus untuk film-film nasional, film pendek maupun film dokumenter,” paparnya.

Riwud mengakui jika Kemenkraf merasa bangga melihat sineas-sineas muda yang sekarang ini tumbuh dan berkembang untuk meningkatkan perfilman nasional.

“Pengembangan subsektor film menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” sambungnya.

Meski demikian, Riwud mengakui masih terdapat kendala dalam hal ketersediaan peralatan produksi dan dukungan anggaran.

Ia menjelaskan, Kemenkraf saat ini tengah berupaya menambah alokasi anggaran agar pendampingan bagi komunitas film di daerah dapat lebih optimal.

“Anggaran kami memang masih terbatas, tapi komitmen kami tetap kuat untuk terus mengawal dan memfasilitasi sineas muda, khususnya di Surabaya, agar bisa meningkatkan produksi dan kolaborasi,” tuturnya.

Terkait dengan fasilitas pembiayaan, Riwud mengatakan pemerintah belum dapat memberikan jaminan langsung.

Namun, kata Riwud, program pendampingan keuangan bagi pelaku industri kreatif tetap dijalankan secara bertahap.

“Harapan kami, seiring peningkatan anggaran, dukungan bukan hanya berupa sumber daya manusia, tetapi juga bantuan finansial bagi para sineas,” ucapnya.

Riwud juga menyinggung pentingnya sinergi antara sineas lokal dengan pelaku film nasional, seperti yang dilakukan oleh produser asal Malang, Bayu Skak, yang melibatkan 90 persen tenaga lokal dalam produksinya.

Menurut Riwud, Kemenkraf juga telah bekerja sama dengan Parfi dan platform Vidio dalam program “Akselerasi Kreatif” untuk mempromosikan film pendek karya anak muda daerah melalui tayangan eksklusif dan monetisasi digital.

“Tujuan kami bukan hanya agar mereka berkarya, tapi juga agar karya itu bisa menghasilkan pendapatan. Kami bantu monetisasi melalui platform digital,” katanya.

Riwud menjelaskan, kegiatan “Bicara Film” yang digelar di Surabaya merupakan bagian dari rangkaian program nasional pengembangan film daerah.

Setelah sebelumnya berlangsung di Semarang, kegiatan serupa akan digelar di sejumlah kota lainnya hingga akhir tahun.

“Surabaya ini kota kedua, dan rencananya tahun ini ada tujuh wilayah yang kami datangi. Dengan dukungan yang terus meningkat, kami yakin sineas muda Indonesia akan semakin berdaya dan produktif,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, produser sekaligus sineas muda asal Jawa Timur, Bayu “Skak” Eko Moektito, menilai potensi sineas daerah sudah menunjukkan kesiapan untuk bersaing di tingkat nasional.

“Kalau dari kacamata industri, mungkin masih terlihat biasa saja. Tapi dengan segala keterbatasan alat, hasil karya teman-teman di sini luar biasa,” kata Bayu Skak.

Bayu menekankan pentingnya dukungan sarana, pembiayaan, serta ruang berkarya yang lebih luas bagi pelaku film lokal agar mereka dapat mengembangkan potensi dan meningkatkan kualitas produksi.

Ia berharap kegiatan seperti itu mampu meyakinkan Kemenkraf bahwa sineas daerah, khususnya dari Jawa Timur, telah siap memproduksi karya berkualitas.

“Tinggal diberikan ruang agar mereka bisa terus maju,” tegas sines yang sukses dengan film Yo Wis Ben, Lara Ati, dan Sekawan Limo. (opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#sineas muda #sineas daerah #film #kemenkraf #Radar Surabaya #Riwud Mujirahayu