RADAR SURABAYA – Upaya memperkuat daya saing UMKM Jawa Timur di pasar global terus digencarkan. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Universitas Airlangga (Unair)
berkolaborasi menggelar workshop dan aksi nyata bertajuk Optimalisasi Hilirisasi Kelapa Sawit dan Kakao di Jawa Timur: Diversifikasi Produk, Legalitas UMKM, Akses Pembiayaan, dan Peluang Ekspor.
Kegiatan ini bertujuan mempercepat hilirisasi kelapa sawit dan kakao di kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus membuka peluang ekspor dan meningkatkan daya saing produk lokal Jawa Timur di pasar internasional.
Ketua pelaksana kegiatan, Akhmad Jayadi, menjelaskan bahwa workshop ini dirancang tidak hanya sebagai ajang seminar, tetapi juga sebagai wadah aksi nyata bagi para pelaku UMKM.
“Kami memfokuskan kegiatan ini pada tiga aspek utama. Pertama, seminar tentang branding dan matchmaking untuk memperluas jaringan.
Kedua, pelatihan teknis mendalam soal produk turunan sawit dan kakao. Ketiga, aksi nyata yang membantu UMKM memperoleh legalitas usaha, akses pembiayaan dari lembaga keuangan, serta membuka peluang ekspor,” ujarnya, Rabu (12/11).
Dalam kegiatan yang berlangsung di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair Surabaya itu, para peserta mendapatkan fasilitas pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), Surat Izin Usaha
(SIU), serta pendampingan dalam pembuatan akun di berbagai marketplace nasional. Mereka juga mengikuti sesi pitching dengan perwakilan bank untuk memperluas akses pembiayaan.
“Tiga hari ini bukan hanya teori, tetapi implementasi langsung. Peserta kami dampingi membuat NIB, membuka akses ke perbankan, hingga menyiapkan strategi menembus pasar ekspor,” kata Jayadi.
Jayadi juga menyoroti masih minimnya pemahaman UMKM terhadap potensi besar produk turunan sawit.
“Selama ini banyak yang mengira sawit hanya sebatas minyak goreng. Padahal, turunannya bisa menjadi bahan baku produk bernilai tinggi seperti sabun, lilin, kosmetik, bahkan pengganti cokelat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tantangan terbesar di Jawa Timur adalah pasokan bahan baku turunan sawit yang masih terbatas.
“Kami berharap UMKM di Jawa Timur bisa memanfaatkan potensi ini untuk menciptakan produk lokal yang inovatif dan berdaya saing,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Dekan III FEB Unair, Novrys Suhardianto, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat posisi produk berbasis sawit dan kakao di pasar global.
“Dengan kolaborasi yang solid dan semangat inovasi yang tinggi, sektor sawit dan kakao di Jawa Timur punya potensi besar untuk tumbuh berkelanjutan dan berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,” tegasnya.
Kolaborasi antara BPDP dan Unair ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendorong UMKM naik kelas melalui hilirisasi, diversifikasi produk, dan peningkatan daya saing ekspor.
Dengan dukungan komprehensif ini, UMKM Jawa Timur diyakini bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan nasional.
Kegiatan yang diikuti 90 pelaku UMKM dari berbagai daerah di Jawa Timur ini juga melibatkan sejumlah pihak, mulai dari perbankan anggota Himbara, akademisi, perwakilan pemerintah daerah, hingga mitra bisnis strategis.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan