RADAR SURABAYA— Polda Metro Jaya menggandeng sejumlah instansi lintas sektor untuk menggelar kegiatan pemulihan trauma (trauma healing) di SMA Negeri 72 Jakarta Utara.
Langkah ini dilakukan guna memulihkan kondisi psikologis siswa dan guru pasca-insiden ledakan yang sempat terjadi di lingkungan sekolah tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan di Jakarta, Selasa (11/11), bahwa kegiatan pendampingan ini
melibatkan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara 2, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, serta Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Jakarta Utara.
Selain itu, kegiatan juga didukung oleh Tim Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kemendikdasmen, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), serta Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi).
“Pendampingan ini penting agar anak-anak tidak trauma dan tetap semangat belajar. Kami pastikan Polri hadir bukan hanya dalam penyelidikan, tapi juga pemulihan,” ujar Budi.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengikuti berbagai sesi seperti komunikasi interaktif, permainan edukatif, dan konseling ringan yang dipandu oleh tim psikolog gabungan.
“Pendekatan ini diharapkan dapat mengembalikan rasa percaya diri dan semangat belajar para siswa,” imbuhnya.
Budi menambahkan, program trauma healing ini merupakan bagian dari komitmen Polda Metro Jaya melalui inisiatif “Jaga Jakarta”, yang bertujuan membangun lingkungan sekolah yang tangguh, aman, dan kondusif.
“Ini bentuk kolaborasi nyata. Kepolisian, pemerintah daerah, dan para psikolog bersinergi agar pemulihan berjalan menyeluruh,” tutup Budi.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan