RADAR SURABAYA - Suasana haru menyelimuti Istana Negara saat Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada almarhumah Marsinah, buruh perempuan asal Nganjuk yang gugur memperjuangkan hak-hak pekerja pada 1993.
Kakak Marsinah, Marsini, tak kuasa menahan tangis ketika mengenang perjuangan sang adik yang kini mengharumkan nama keluarga sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia.
Usai menghadiri upacara penganugerahan, Marsini mengungkapkan harapan terbesar yang tak pernah bisa terwujud agar Marsinah masih hidup dan menyaksikan sendiri momen bersejarah yang diperjuangkannya dengan keberanian hingga akhir hayat.
“Marsinah yang dulu masih kecil untuk sampai SMP saja berat sekali,” kenang Marsini sambil terisak, Senin (10/11).
Sejak kecil, Marsinah harus berpindah-pindah tinggal bersama paman, bibi, dan nenek karena kehilangan kedua orang tua.
Untuk berangkat sekolah, ia hanya mengandalkan sepeda onthel jengki berwarna merah, menempuh jarak jauh setiap hari demi menyelesaikan pendidikan hingga SMP dan SMA.
Marsini mengaku tak pernah membayangkan gadis sederhana yang dulu mengayuh sepeda sendirian itu kini diabadikan sebagai Pahlawan Nasional.
“Marsinah, saya tidak menyangka jenengan jadi orang besar. Membanggakan seluruh Indonesia. Nganjuk sekarang terangkat punya Pahlawan Nasional,” ujarnya.
Menurut Marsini, gelar ini bukan hanya penghormatan bagi Marsinah, tetapi juga simbol perjuangan kaum buruh Indonesia.
Marsinah kini tercatat sebagai pahlawan buruh termuda yang namanya diabadikan oleh negara.
“Terima kasih, Marsinah. Kamu sudah membawa keponakanmu, adikmu, saya, sampai ke Istana Presiden ini,” kata Marsini penuh haru.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto serta seluruh pihak yang mendukung pengusulan gelar pahlawan bagi adiknya.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk anugerah yang diberikan untuk adik saya, Marsinah,” ujarnya.
Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah menjadi momen bersejarah sekaligus pengakuan atas perjuangan buruh perempuan yang berani menegakkan keadilan.
Bagi keluarga, khususnya sang kakak Marsini, penghargaan ini adalah simbol kebanggaan sekaligus pengingat akan pengorbanan besar Marsinah.
Kini, nama Marsinah tidak hanya dikenang sebagai ikon perjuangan buruh, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus memperjuangkan keadilan dan hak-hak pekerja. (ant/nur)
Editor : Nurista Purnamasari