RADAR SURABAYA– Hasil kurang memuaskan yang diraih Persebaya Surabaya dalam beberapa laga terakhir membuat posisi pelatih Eduardo Perez mendapat sorotan tajam dari para suporter Green Force.
Dalam laga yang berakhir imbang 1–1, terdengar jelas teriakan “Edu Out” dari tribun selatan Stadion Gelora Joko Samudro.
Aksi tersebut menjadi bentuk kekecewaan Bonek terhadap performa tim yang dinilai belum konsisten dan kerap kehilangan pemain akibat kartu merah.
Menanggapi hal itu, Eduardo Perez memilih bersikap tenang. Ia menyebut kritik dari suporter merupakan hal yang wajar dalam dunia sepak bola.
"Anda harus siap untuk segalanya dalam dunia sepak bola. Saya menghormati semua pendapat yang disampaikan, tetapi saya harus fokus pada pekerjaan saya,” ujar Eduardo dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Pelatih asal Spanyol itu juga menegaskan bahwa dirinya masih percaya penuh kepada seluruh pemain Persebaya.
“Saya berada di momen di mana saya lebih kuat dari sebelumnya. Saya percaya pada semua pemain di klub, dan saya merasa sangat kuat sekarang,” tegasnya.
Berdasarkan catatan musim ini, Persebaya Surabaya di bawah asuhan Eduardo Perez telah meraih empat kemenangan, tiga kekalahan, dan tiga hasil imbang.
Tim berjuluk Green Force itu mencetak 12 gol dan kebobolan 10 gol, dengan total 15 poin dari 10 pertandingan BRI Super League 2025/2026.
Selanjutnya, Persebaya akan melakoni laga big match kontra Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada pekan ke-13 yang dijadwalkan berlangsung 22 November mendatang.(sam)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan