Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Remaja 17 Tahun Diduga Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Analis Bilang Aksi Lone Wolf, Bukan Jaringan Teror Klasik

Lambertus Hurek • Sabtu, 8 November 2025 | 02:23 WIB
Lokasi ledakan di SMAN 72 Jakarta. (ANTARA)
Lokasi ledakan di SMAN 72 Jakarta. (ANTARA)

RADAR SURABAYA - Analis terorisme Ridlwan Habib menilai pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara yang terjadi saat salat Jumat bukan bagian dari jejaring terorisme klasik, melainkan aksi individu atau lone wolf yang dilatarbelakangi masalah psikologis.

Menurut Ridlwan, pelaku berusia 17 tahun itu menunjukkan tanda-tanda kegelisahan jiwa akibat kerap menjadi korban perundungan atau bullying. “Psikologi remaja yang sering dirundung lalu balas dendam bisa bermacam-macam. Salah satunya adalah tindakan yang menyerupai aksi teror,” ujar Ridlwan, Jumat (7/11).

Ia menjelaskan, pelaku diduga melakukan mirroring atau peniruan terhadap aksi-aksi teror sebelumnya. Hal ini terlihat dari tulisan “Welcome to Hell” yang ditemukan pada senjata mainan di lokasi kejadian.

“Pelaku bisa jadi meniru referensi pelaku sebelumnya, lalu terinspirasi. Tapi kita perlu menunggu hasil forensik digital untuk memastikan apakah dia merakit bahan peledak sendiri, dan belajar dari mana—dari media sosial atau ada pihak yang memandu,” tambahnya.

Ridlwan menilai, apabila ditemukan adanya mentor yang memberi panduan atau bahan ajar terkait komposisi peledak, penyidikan bisa berkembang ke arah keterkaitan dengan jaringan teror klasik.

Ia juga mengingatkan bahwa fenomena radikalisasi daring di kalangan muda kini semakin mengkhawatirkan. “Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pernah meneliti, dari Januari sampai Agustus saja ada ribuan konten di internet yang mengarah pada terorisme,” ujarnya.

Meski demikian, Ridlwan menegaskan bahwa SMAN 72 Jakarta tampaknya bukan target utama serangan teror. “Kalau memang ini benar aksi teror, analisa awalnya pelaku sedang transit di sekolah itu—bisa jadi berhenti untuk salat Jumat atau urusan lain. Lalu terjadilah ledakan yang di luar kontrolnya. Ini masih dugaan awal, tentu kita tunggu hasil penyelidikan resmi aparat,” katanya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#pelaku ledakan sman 72 jakarta #Ledakan di SMAN 72 Jakarta #pelaku ledakan #bullying #lone wolf