RADAR SURABAYA - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyatakan Polri bersama TNI masih mendalami penyebab ledakan di bangunan SMAN 72 Jakarta, yang berada di dalam Kompleks TNI AL, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11) siang.
Djamari mengatakan aparat gabungan masih bekerja mengolah tempat kejadian perkara (TKP), sehingga belum dapat disimpulkan apakah ledakan itu terkait aksi teror atau bukan.
“Ya.. sedang didalami. Baru kita lihat tempatnya di situ, terus ada beberapa yang terluka. (Terkait motifnya) belum tahu, sama sekali belum tahu,” ujar Djamari saat ditemui di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Menurutnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, Komandan Kodim 0502/Jakarta Utara Kolonel Inf Dony Gredinand, serta Wakil Menko Polkam Lodewijk Freidrich Paulus juga telah berada di lokasi untuk memantau jalannya pemeriksaan.
“Belum juga ada indikasi terorisme. Sekarang sedang diolah di situ, dengan Kapolda, Dandim, dan Wamen saya juga ada di sana,” tambah Djamari.
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama (Laksma) TNI Tunggul menyampaikan pemeriksaan masih berlangsung, sehingga belum ada keterangan detail terkait penyebab ledakan.
“TNI AL beserta pihak Polri sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan untuk kronologis atau penyebab ledakan serta jumlah korban. Informasi lanjutan akan disampaikan setelah ada data yang valid,” kata Laksma Tunggul.
Berdasarkan informasi terakhir, delapan orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut. Para korban semula mendapat perawatan di Balai Kesehatan Kompleks Perumahan TNI AL Kelapa Gading, lalu dirujuk ke RS Islam Cempaka Putih dan RS Yarsi, Jakarta. (*)
Editor : Lambertus Hurek