RADAR SURABAYA - Potret jenazah warga Kabupaten Sanggau yang terpaksa dibawa menggunakan sepeda motor viral di media sosial pada Senin (3/11).
Jenazah almarhum sebelumnya meninggal dunia di RSUD Sanggau setelah menjalani perawatan intensif di ruang ICU.
Ambulans desa yang mengantar jenazah menuju rumah duka di Dusun Badat Lama, Desa Suruh Tembawang, Kecamatan Entikong, tidak mampu melanjutkan perjalanan karena jalanan rusak parah dan berlumpur akibat hujan deras.
Akhirnya, keluarga dan warga membuat keranjang dari papan untuk membawa jenazah menggunakan motor agar segera tiba di rumah duka.
Kepala Desa Suruh Tembawang, Toni Kristian, membenarkan kejadian tersebut. “Benar, saya sendiri mendampingi jenazah dari rumah sakit. Ambulans sempat amblas di beberapa titik karena jalan berlumpur dan licin setelah hujan. Akhirnya jenazah dipindahkan dan dibawa pakai motor agar bisa cepat sampai,” ujarnya, dikutip Kamis (6/11).
Menurut Toni, ambulans desa berulang kali terjebak di jalan berbatu dan berlumpur. Bahkan di beberapa titik harus ditarik manual menggunakan tali tambang. Kondisi semakin sulit karena hujan lebat disertai petir.
“Dengan turunnya hujan, akses jalan yang masih berbatu sungai jadi lebih licin dan memperlambat perjalanan ambulans,” jelasnya.
Unggahan foto kejadian ini pertama kali muncul di akun Instagram @kembayan_informasi dan langsung memicu keprihatinan publik.
Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Hendrikus Hengki, menyebut kondisi tersebut mencerminkan keterbelakangan infrastruktur di daerah perbatasan.
“Saya sangat prihatin dengan kondisi infrastruktur yang seperti ini, sampai jenazah pun di-‘ojek’ menggunakan motor. Pemerintah pusat harus lebih serius memperhatikan daerah perbatasan,” kata Hengki, Rabu (5/11).
Ia juga mendorong pemerintah pusat merealisasikan daerah otonomi baru Kabupaten Sekayam Raya agar pembangunan lebih merata. Selain itu, Pemda diminta segera membeli alat berat untuk memperbaiki jalan rusak.
“Kita harap tak ada lagi kejadian-kejadian seperti ini. Jalan harus fungsional dan bisa dilewati masyarakat,” tegasnya.
Kasus viral jenazah warga Sanggau yang dibawa menggunakan motor karena ambulans terjebak di jalan berlumpur menyoroti buruknya akses jalan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.
Warga berharap pemerintah segera memperbaiki infrastruktur agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami mohon pemerintah lebih serius memperhatikan kondisi jalan di perbatasan ini. Sudah sering warga kesulitan membawa orang sakit atau jenazah karena akses yang parah,” tutup Toni Kristian. (trn/nur)
Editor : Nurista Purnamasari